Peluncuran Kontra Narasi Dirangkai Rilis Survei HAI soal Kepercayaan Publik kepada Polri

Patra News873 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM, (JAKARTA) – Media digital Kontra Narasi resmi diluncurkan sebagai platform informasi yang menekankan literasi, verifikasi, dan pengawasan publik di tengah pesatnya arus digitalisasi. Peluncuran media ini dirangkaikan dengan dialog publik bertema Pengawasan Peran Media dan Lembaga Negara dalam Digitalisasi Informasi dan Kreator Konten.

Acara launching yang digelar di Warunk WOW KWB, Jakarta, Kamis (16/1/2026), dihadiri perwakilan lembaga negara, aparat penegak hukum, regulator penyiaran, akademisi, serta pemerhati media. Diskusi menyoroti tantangan pengelolaan informasi digital, termasuk meningkatnya peran kreator konten dalam membentuk opini publik.

Founder Kontra Narasi, Sandri Rumanama, menyampaikan bahwa kehadiran media ini dimaksudkan sebagai ruang penyeimbang di tengah derasnya arus informasi yang tidak selalu terverifikasi.

“Kontra Narasi hadir untuk mendorong optimisme publik melalui informasi yang berbasis data, berimbang, dan bertanggung jawab,” ujar Sandri.

Dalam kesempatan yang sama, Haidar Alwi Institute (HAI) merilis hasil survei nasional mengenai tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Survei tersebut mencatat tingkat kepercayaan publik mencapai 78,3 persen.

Rinciannya, sebanyak 56,1 persen responden menyatakan percaya dan 22,2 persen menyatakan sangat percaya kepada Polri. Sementara itu, 12,7 persen responden menyatakan tidak percaya, 5,4 persen sangat tidak percaya, dan 3,6 persen tidak memberikan jawaban.

Pendiri HAI, Haidar Alwi, menilai capaian tersebut menunjukkan legitimasi sosial Polri masih relatif kuat di mata masyarakat. Ia menyebut persepsi publik dipengaruhi oleh kinerja Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban, termasuk keterlibatan aparat dalam penanganan bencana dan pelayanan publik.

Survei HAI juga mengukur persepsi publik terhadap sejumlah indikator kinerja Polri menggunakan skala penilaian 1 hingga 5. Indikator keamanan dan ketertiban memperoleh skor tertinggi dengan nilai rata-rata 3,97, disusul profesionalisme aparat 3,91, pelayanan publik 3,84, dan integritas 3,78. Adapun indikator keadilan dalam penegakan hukum mencatat skor terendah, yakni 3,69.

Survei ini dilakukan pada 3–10 Januari 2026 dengan melibatkan 1.500 responden berusia 17 tahun ke atas. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan metode computer-assisted personal interview (CAPI) dengan teknik multistage random sampling. Margin of error survei tercatat ±2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Peluncuran Kontra Narasi dan rilis survei HAI mencerminkan pentingnya sinergi antara media dan lembaga negara dalam membangun ruang informasi publik yang sehat. Di tengah tantangan digitalisasi, kualitas informasi dan tingkat kepercayaan publik menjadi indikator penting bagi keberlanjutan demokrasi.

Loading