Influencer Bekali Warga Binaan Strategi Promosi Digital melalui KODIKARYA

Daerah30 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (PALANGKA RAYA)

Influencer memberikan edukasi dan pendampingan strategi promosi melalui media sosial dalam Pelatihan Pemasaran Produk Hasil Karya Warga Binaan se-Kalimantan Tengah, Kamis (22/10/2026).

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam memasarkan produk melalui konten kreatif dan pemanfaatan platform digital.

Materi yang diberikan meliputi teknik membuat konten promosi, membangun interaksi dengan audiens, serta mengoptimalkan konten agar berpeluang masuk For You Page (FYP) dan menjangkau lebih banyak calon konsumen.

Dalam kegiatan tersebut, influencer Yulita Imransyah membagikan berbagai strategi pemasaran digital untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat luas. Materi yang disampaikan mencakup pemanfaatan fitur live streaming, teknik menyampaikan informasi produk secara persuasif, pemilihan konsep video, pengambilan gambar produk, hingga penyusunan narasi pembuka yang menarik perhatian audiens.

Peserta juga mengikuti praktik pembuatan konten promosi agar dapat memahami cara menampilkan keunggulan produk secara kreatif dan menarik.

Influencer Bella Natalliya, yang turut menjadi narasumber, menyampaikan bahwa media sosial memiliki peluang besar untuk membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pemasaran apabila dimanfaatkan dengan strategi yang tepat.

“Saat ini, media sosial bisa menjadi sarana promosi yang efektif untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat luas. Kuncinya adalah membuat konten yang menarik, menunjukkan keunggulan produk, serta membangun interaksi dengan calon pembeli. Saya berharap ilmu yang dibagikan dalam pelatihan ini dapat diterapkan oleh peserta untuk membantu memasarkan hasil karya warga binaan agar semakin dikenal dan diminati masyarakat,” ungkapnya.

Antusiasme juga terlihat dari warga binaan yang mengikuti pelatihan. Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru tentang cara mempromosikan produk melalui media sosial.

“Melalui pelatihan ini, saya belajar bahwa memasarkan produk tidak hanya tentang menjual barang, tetapi juga bagaimana membuat orang tertarik melalui konten yang kreatif. Saya berharap ilmu yang didapatkan bisa kami praktikkan untuk membantu memasarkan hasil karya warga binaan sehingga produk kami lebih dikenal dan memiliki nilai jual yang lebih baik,” ucapnya.

Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Hisam Wibowo, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari implementasi proyek perubahan bertajuk Transformasi Ekosistem Pemasaran Hasil Karya Warga Binaan melalui Kolaborasi Digital dan Kemitraan Strategis Menuju Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan.

Proyek perubahan tersebut dijalankan melalui program KODIKARYA (Kolaborasi Digital Hasil Karya Warga Binaan), yang berfokus pada penguatan pemasaran produk melalui teknologi digital dan kemitraan strategis.

“Kami ingin hasil karya warga binaan memiliki peluang untuk berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas. Melalui pelatihan ini, petugas maupun warga binaan dibekali kemampuan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi sekaligus membangun jiwa kewirausahaan. Harapannya, keterampilan tersebut dapat menjadi bekal yang bermanfaat untuk mendukung kemandirian ekonomi mereka,” ujar Hisam.

Melalui KODIKARYA, Lapas Palangka Raya terus membangun kolaborasi dengan influencer, pelaku usaha, dan berbagai mitra potensial untuk memperkuat strategi promosi serta meningkatkan daya saing produk warga binaan.

Dengan pendampingan dan pengembangan keterampilan digital secara berkelanjutan, hasil karya warga binaan diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai ekonomi, serta menjadi bekal usaha ketika mereka kembali ke masyarakat. (*)

Loading

Tinggalkan Balasan