Lapas Palangka Raya Gandeng Dinas Koperasi dan UKM Perluas Pemasaran Produk Warga Binaan

Daerah40 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (PALANGKA RAYA)

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Tengah untuk memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus memperluas pemasaran hasil karya mereka.

Penandatanganan kerja sama yang dilaksanakan Rabu (14/10/2026) tersebut merupakan bagian dari implementasi proyek perubahan Kepala Lapas Palangka Raya, Hisam Wibowo, dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Proyek tersebut mengusung tema Transformasi Ekosistem Pemasaran Hasil Karya Warga Binaan melalui Kolaborasi Digital dan Kemitraan Strategis Menuju Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan keterampilan, kapasitas usaha, serta akses pemasaran produk hasil pembinaan warga binaan. Kerja sama tersebut juga mendukung program KODIKARYA (Kolaborasi Digital Hasil Karya Warga Binaan), yang berfokus pada transformasi pemasaran melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan kemitraan.

Ruang lingkup kerja sama meliputi pelatihan kewirausahaan, produksi dan pengolahan, pengemasan, pelabelan, desain produk, pemasaran konvensional dan digital, hingga pengelolaan usaha.

Melalui dukungan tersebut, produk hasil karya warga binaan diharapkan memiliki kualitas yang semakin baik, nilai ekonomi lebih tinggi, serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain meningkatkan keterampilan produksi, kerja sama ini diarahkan untuk membangun ekosistem pemasaran berkelanjutan melalui pendampingan pengembangan usaha dan penguatan kapasitas warga binaan.

Pemanfaatan platform digital dalam program KODIKARYA diharapkan dapat membantu memperkenalkan dan memasarkan produk kepada masyarakat secara lebih efektif.

Kepala Lapas Palangka Raya, Hisam Wibowo, mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah nyata untuk mengembangkan pembinaan kemandirian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin keterampilan warga binaan tidak hanya berhenti pada proses produksi, tetapi juga berkembang hingga kemampuan mengelola usaha dan memasarkan produk. Melalui program KODIKARYA, kami berupaya membangun ekosistem pemasaran yang lebih luas melalui kolaborasi digital dan kemitraan strategis, sehingga hasil karya warga binaan memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi bekal untuk hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Tengah, Rahmawati, menyambut baik kerja sama tersebut dan menyatakan dukungannya terhadap pengembangan program KODIKARYA.

Dukungan ini diharapkan memperkuat kolaborasi dalam peningkatan keterampilan kewirausahaan, pengembangan kualitas produk, serta perluasan akses pemasaran agar hasil karya warga binaan memiliki daya saing dan peluang usaha yang lebih baik.

Melalui perjanjian kerja sama ini, Lapas Palangka Raya bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen mendorong pembinaan kemandirian yang lebih terarah, inovatif, dan berkelanjutan.

Program KODIKARYA diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperluas peluang usaha, mentransformasi pemasaran hasil karya warga binaan, serta mendukung kemandirian ekonomi sebagai bekal mereka saat kembali dan berintegrasi dengan masyarakat. (*)

Loading

Tinggalkan Balasan