PATRAINDONESIA.COM (Bandar Lampung) – Dugaan praktik penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang tidak sesuai ketentuan kembali menjadi sorotan. Keributan sempat terjadi di sebuah SPBU 24.352. 46 yang berada di Jalan Laksamana R.E. Martadinata, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (6/7/2026). Keributan diduga dipicu oleh keberadaan sejumlah kendaraan yang diduga digunakan untuk kegiatan pengecoran BBM yang menimbulkan antrian panjang sehingga memicu protes dari warga yang ikut mengantre.
Berdasarkan narasi video yang diperoleh, warga meminta agar kendaraan yang diduga melakukan pengecoran ditempatkan pada jalur atau sudut antrean yang berbeda sehingga jalur lainnya dapat digunakan oleh pengendara umum.
“Saya emosi karena ada antrian panjang dan yang mengisi terlalu lama. Saat saya lihat nilai transaksi pengisian hingga sampai Rp 2 juta, Pak Kapolda Lampung tolong tertibkan SPBU ini,” ujar Kusmiran, warga Way Ratai yang saat itu sedang mengantre untuk mengisi BBM.
Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media mendatangi lokasi guna melakukan konfirmasi. Saat berada di lokasi, terlihat beberapa kendaraan modifikasi terparkir di depan SPBU. Seperti kendaraan jenis Mitsubishi L300 itu memiliki bagian belakang yang ditutup terpal dan diduga dilengkapi tangki berkapasitas besar untuk menampung solar.

Saat awak media berada di lokasi, seorang pria yang mengaku bernama Ari menghampiri dan menyatakan dirinya mewakili pihak kendaraan yang berada di area SPBU.
“Bang, semua pom bensin sama, enggak di mana-mana. Kita sama-sama tahu lah, Bang. Kalau bisa kita selesaikan di sini, biar tidak mencuat ke mana-mana. Kami-kami lah di sini, Bang,” ujarnya.
Menurutnya, selama disini dirinya tidak mengetahui adanya keributan yang terjadi di area SPBU.
“Saya baru datang dan lihat abang sedang foto area SPBU, dan saya tidak tau ada keributan di area SPBU,” ujar Ari.
Ari juga menyampaikan bahwa pihak manajemen SPBU sedang tidak berada di lokasi karena tengah pergi ke salah satu Bank.
“Pihak manajemen tidak ada dan sedang keluar ke bank untuk transfer uang, besok kembali lagi aja bang” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan adanya kendaraan yang melakukan pengecoran BBM bersubsidi maupun penyebab terjadinya keributan tersebut.
Apabila terbukti terjadi penyalahgunaan dalam penyaluran solar bersubsidi, praktik tersebut berpotensi merugikan masyarakat yang berhak menerima BBM bersubsidi serta menimbulkan kerugian bagi negara. Dugaan tersebut masih memerlukan penyelidikan dan klarifikasi dari pihak berwenang.(Asen/Red/PI).
![]()







