Dari Rantau, Ibu Membawa Sejuk yang Meredam Api Polemik di SD 1 Lengkukai Tanggamus

Patra News2103 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Tanggamus) – Seperti pelaut yang pulang menepi ke dermaga setelah lama berlayar, seorang ibu akhirnya kembali dari tanah rantau demi menyelesaikan persoalan yang menimpa anaknya.

Elwati, ibu kandung siswa SDN 1 Pekon Lengkukai, Kecamatan Kelumbayan Barat, Kabupaten Tanggamus, yang bekerja di luar negeri, pulang ke kampung halaman untuk memberikan klarifikasi dan permintaan maaf atas kegaduhan video interogasi anaknya yang sempat viral.

Kedatangannya pada Rabu, 20 Agustus 2025, menjadi titik balik. Dengan langkah tenang, ia menyapa guru-guru, komite sekolah, dan tokoh masyarakat yang hadir. Kehadirannya ibarat hujan penyejuk yang meredam panasnya polemik beberapa pekan terakhir.

Dalam kesempatan itu, Elwati menyerahkan surat pernyataan resmi yang ditandatangani di atas materai. Dalam surat tersebut, ia menegaskan bahwa kejadian interogasi yang sempat viral bukanlah kesalahan pihak sekolah, melainkan kelalaian keluarga, khususnya kerabat yang tinggal serumah dengan anaknya.

“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh dewan guru SDN 1 Lengkukai. Saya percaya anak saya tetap berada dalam bimbingan yang baik, dan masalah ini murni urusan keluarga,” ungkapnya.

Elwati juga menegaskan tidak akan mempermasalahkan peristiwa ini secara hukum, dan tetap menyerahkan pendidikan anaknya kepada pihak sekolah yang selama ini mendidik dengan tulus.

Selain permintaan maaf, Elwati secara tegas meminta kepada pihak-pihak yang tidak memiliki kepentingan langsung untuk menarik video yang terlanjur beredar. Ia khawatir rekaman itu justru akan menimbulkan salah tafsir di mata publik dan berdampak buruk pada psikologis anaknya.

“Saya mohon dengan sangat, kepada siapa pun yang tidak punya kepentingan agar menarik kembali video yang sudah beredar. Jangan sampai anak saya menjadi korban salah paham dan terus dibicarakan dengan cara yang keliru,” ujar Elwati dengan nada tegas namun penuh harap.

Kepala SDN 1 Pekon Lengkukai, Aryuni, menyambut hangat kehadiran Elwati. Ia menilai sikap orang tua yang datang langsung menunjukkan tanggung jawab sekaligus ketulusan hati.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Ibu Elwati yang rela pulang dari luar negeri demi menyelesaikan persoalan ini. Kehadirannya membawa kelegaan bagi kami semua, dan menjadi bukti bahwa komunikasi yang baik dapat menyelesaikan masalah dengan cara damai,” ujar Aryuni.

Baca Juga: https://patraindonesia.com/klarifikasi-beredarnya-video-anak-diinterogasi-tokoh-masyarakat-minta-publik-tidak-salah-tafsir/

Tokoh adat setempat, Muzani, menilai kedatangan sang ibu dari luar negeri menunjukkan ketulusan seorang orang tua yang siap hadir kapan pun demi buah hatinya.

“Langkah Ibu Elwati ini ibarat obor yang menerangi jalan gelap. Klarifikasi ini penting agar masyarakat tidak salah menafsirkan dan nama baik sekolah tetap terjaga,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa anak di bawah umur adalah titipan yang harus dijaga bersama, bukan hanya oleh orang tua, tetapi juga oleh masyarakat dan negara.

Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga di era media sosial. Masyarakat diimbau agar tidak mudah menyebarkan persoalan pribadi tanpa memahami duduk perkara.

Segala hal yang terjadi di lingkungan sekolah sebaiknya dibicarakan langsung dengan pihak berwenang, agar tidak menimbulkan luka psikologis bagi anak maupun salah tafsir di masyarakat.

Kini, setelah sang ibu pulang dari rantau dan memberikan klarifikasi, diharapkan suasana belajar di SDN 1 Lengkukai kembali damai. Seperti pohon yang kembali hijau setelah badai, anak-anak bisa tumbuh dengan tenang dalam naungan kasih dan bimbingan.(Asen/Red/PI).

Loading