Klarifikasi Beredarnya Video Anak Diinterogasi, Tokoh Masyarakat Minta Publik Tidak Salah Tafsir

Patra News1889 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Tanggamus) – Sebuah video yang memperlihatkan interogasi terhadap seorang siswa berinisial Putra (9th) di SDN 1 Pekon Lengkukai, Kecamatan Kelumbayan Barat Kabupaten Tanggamus, Lampung yang dikenal Sekolah Ramah Anak, beredar luas dan menuai perhatian publik. Peristiwa itu terjadi di ruang guru pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Pihak sekolah menjelaskan bahwa kejadian tersebut merupakan urusan keluarga, karena yang terlihat dalam video bersama Putra adalah kakak sepupunya sendiri. Sekolah juga menegaskan tidak mengetahui bahwa interogasi itu direkam tanpa sepengetahuan guru maupun staf.

Menanggapi beredarnya video tersebut, pembuat video menggelar klarifikasi terbuka pada Senin, 12 Agustus 2025.

Kegiatan ini disaksikan oleh Kepala Sekolah, Ketua SPLP, Ketua Komite, tokoh adat dan masyarakat, perwakilan orang tua siswa, Babinkamtibmas Pekon Lengkukai, Kanit Intel Polsek Limau, Kanit Reskrim Polsek Limau, serta wali kelas.

Dalam pertemuan itu, pembuat video diketahui bernama Dian Prastika alias Ica (kakak sepupu korban) dan tinggal satu rumah dengan Putra, menjelaskan bahwa rekaman tersebut dibuat semata-mata untuk memberikan informasi kepada ibu Putra yang sedang bekerja di Arab Saudi.

Tokoh adat yang mewakili pihak sekolah menegaskan bahwa kejadian itu bukan merupakan tindakan guru atau tenaga pendidik, melainkan inisiatif pribadi kerabat siswa.

“Kami berharap masyarakat tidak salah menafsirkan. Klarifikasi ini penting agar nama baik sekolah tetap terjaga dan informasi yang beredar tidak menyesatkan,” ujar Muzani.

Tokoh adat Muzani yang hadir dalam klarifikasi tersebut mengapresiasi semua pihak yang telah membantu menyelesaikan persoalan ini. Ia berharap langkah ini menjadi contoh positif bagi seluruh elemen masyarakat.

“Anak di bawah umur dilindungi oleh negara, bukan hanya oleh orang tua. Semua pihak berkewajiban melindungi mereka. Saya sarankan siapapun yang memiliki anak agar menjaga segala sesuatunya, supaya anak-anak tidak melakukan hal tidak baik dan kondisi psikologis mereka tidak terganggu,” tegas Muzani.

Mirzani juga turut prihatin dengan kejadian ini dan dirinya juga berharap agar dimanapun tempat pendidikan tidak terjadi kejadian serupa.

“Saya sangat prihatin kejadian ini , saya harap tidak ada lagi kejadian ini terulang dimanapun dan kepada siapapun,”ungkapnya.

“Dengan adanya kegaduhan video yang beredar tersebut, Saya berharap kepada guru pendidik tidak terganggu dalam proses mengajar baik secara mental dan Lainnya,” pungkasnya.

Tokoh masyarakat setempat juga mengimbau agar setiap kejadian di lingkungan sekolah disampaikan terlebih dahulu kepada pihak terkait, demi mencegah kesalahpahaman, dan menjaga sikologis seseorang.(Asen/Red/PI).

Loading