PATRAINDONESIA.COM – JAKARTA – Pergantian kepemimpinan di Fakultas Hukum Universitas Pancasila (FHUP) dipandang sebagai awal dari peluang memperkuat hubungan antara kampus dengan jejaring alumninya. Terpilihnya Dr. Lisda Syamsumardian, S.H., M.H. sebagai Dekan FHUP periode 2026–2028 mendapat respons positif dari Komisariat Alumni yang menilai kolaborasi antara fakultas dan alumni perlu diperluas agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Ketua Harian Komisariat Alumni Fakultas Hukum Universitas Pancasila periode 2026–2030, Azhar Permana, S.H., mengatakan komunikasi dengan dekan terpilih telah berlangsung sebelum Surat Keputusan pengangkatan diterbitkan. Dalam pembicaraan tersebut, sejumlah gagasan mengenai pengembangan fakultas telah mulai dibahas, meski belum memasuki tahap implementasi.
Menurut Azhar, arah kerja sama yang sedang disiapkan tidak hanya menyentuh kepentingan alumni, tetapi juga diharapkan memberi manfaat bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan maupun lulusan yang akan memasuki dunia profesi.
“Kampus dengan alumni yang baru terpilih, Bu Dekan, yang imbasnya nanti efeknya bisa buat alumni, bisa buat mahasiswa. Nanti lah ke depannya akan kita bicarakan dengan Bu Dekan,” ujar Azhar saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (31/7).
Bagi alumni, kata Azhar, keberadaan jaringan lulusan dapat menjadi salah satu instrumen yang memperkuat ekosistem pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Pancasila. Karena itu, organisasi alumni berupaya membangun pola kerja sama yang lebih sistematis dengan pimpinan fakultas.
Salah satu agenda yang mengemuka ialah penyusunan database alumni yang terintegrasi. Basis data tersebut dipandang penting untuk memudahkan komunikasi antarlulusan sekaligus menjadi fondasi penyelenggaraan berbagai program pengembangan sumber daya manusia.
Selain itu, alumni juga mengusulkan agar lulusan memperoleh pendampingan setelah menyelesaikan studi. Pendampingan itu dirancang dalam bentuk pelatihan maupun pengarahan yang melibatkan alumni sebagai mitra fakultas.
“Ya program-programnya mungkin kayak contohnya database alumni, terus nanti program-program yang kemarin Bu Dekan juga sempat mengusulkan kayak pelatihan-pelatihan nanti setelah mahasiswa lulus itu apa yang bisa dilakukan oleh alumni untuk mengarahkan. Ya kurang lebih seperti itulah. Tapi secara detailnya nanti mungkin ya kita akan pertemuan lagi nanti dengan pengurus alumninya juga dengan Bu Dekan. Soal pelantikannya, saya juga belum tahu nih pelantikannya kapan,” kata Azhar.
Azhar menuturkan komunikasi dengan Lisda juga didukung kedekatan yang telah terjalin sejak keduanya menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Pancasila. Menurut dia, hubungan tersebut diharapkan dapat mempermudah proses penyampaian berbagai gagasan yang selama ini berkembang di kalangan alumni.
“Nah, ya itu nanti yang akan kita bicarakan. Ya prinsipnya kan Bu Dekan itu secara pribadi kan beliau kan satu angkatan sama saya ya. Di kuliah juga dekatlah, jadi artinya nanti mungkin apa program-program atau ide-ide kita nanti bisa lebih mengalir lah membicarakannya,” ungkapnya.
Selain membahas penguatan peran alumni, Azhar mengatakan terdapat sejumlah isu lain yang sebelumnya telah menjadi bahan diskusi bersama dekan terpilih. Pembahasan tersebut mencakup peningkatan fasilitas kampus, penyusunan program pembinaan bagi mahasiswa setelah lulus, hingga pengembangan sistem database mahasiswa.
Menurut dia, seluruh gagasan tersebut masih memerlukan pembahasan lanjutan bersama jajaran pimpinan fakultas setelah proses pelantikan dekan rampung.
“Ya lebih kurang itulah target-target kita. Tapi secara detailnya programnya seperti apa, yang buat manfaatnya buat nanti mahasiswa yang baru lulus. Jadi banyak hal yang sudah saya bicarakan, kami bicarakan antara alumni sama Bu Dekan sebelum beliau pelantikan gitu ya. Kayak misalnya fasilitas-fasilitas di kampus, terus apa namanya ya itu program-program mahasiswa setelah lulus, setelah itu database mahasiswa,” jelas Azhar.
Dalam waktu dekat, Komisariat Alumni Fakultas Hukum Universitas Pancasila berencana menggelar pertemuan resmi dengan Dr. Lisda Syamsumardian untuk menyusun langkah lanjutan dari berbagai gagasan yang telah dibicarakan. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi titik awal penyusunan program yang melibatkan unsur fakultas, alumni, dan mahasiswa secara berkelanjutan.
![]()







