TRC PPA Dampingi Mirna Novita, Dugaan Fitnah dalam Sengketa Hak Asuh Anak Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Hukum431 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM – JAKARTA – Sengketa hak asuh anak yang tengah dijalani seorang warga Pecatu, Bali, berkembang menjadi persoalan hukum baru. Perempuan tersebut mengaku menjadi sasaran sejumlah tuduhan, mulai dari isu agama hingga dugaan penyalahgunaan narkotika, yang dinilai merugikan nama baiknya.

Kasus ini mendapat pendampingan dari Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Indonesia. Organisasi tersebut menyatakan telah melaporkan dugaan fitnah yang dialami perempuan itu ke Kepolisian Daerah Bali.

Ketua Nasional TRC PPA Indonesia, Jeny Claudya Lumowa atau Bunda Naumi, mengatakan pihaknya menerima aduan terkait tuduhan yang muncul di tengah proses perceraian dan sengketa hak asuh anak yang sedang berlangsung.

Menurut TRC PPA Indonesia, tuduhan tersebut dilayangkan oleh mantan suami perempuan itu, Muhamad Teguh Prabowo. Tuduhan yang disampaikan mencakup persoalan keyakinan, pola pengasuhan anak, hingga dugaan penggunaan narkotika.

Dalam keterangannya kepada tim pendamping, perempuan tersebut membantah tuduhan bahwa dirinya telah keluar dari agama Islam. Ia menjelaskan aktivitas yang dipersoalkan berkaitan dengan kunjungan ke kawasan Tirta Empul di Bali yang menurutnya merupakan bagian dari kegiatan wisata budaya.

Ia juga membantah tuduhan menggunakan narkotika jenis jamur maupun kecubung. Menurut pihak pendamping, tuduhan tersebut tidak disertai bukti hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selain persoalan tuduhan, perempuan itu juga mengaku mengalami kesulitan untuk bertemu dengan anak-anaknya di tengah proses sengketa yang berlangsung. Kondisi tersebut, menurut TRC PPA Indonesia, menjadi salah satu alasan pihaknya memberikan pendampingan hukum.

Jeny menilai tuduhan yang berkembang tidak hanya berdampak pada reputasi perempuan tersebut, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi psikologis anak-anak yang berada di tengah konflik kedua orang tuanya.

“Kami sangat terharu dan sedih melihat perjuangan Ibu Mirna Novita. Ia adalah gambaran ibu sejati yang meski disakiti, difitnah habis-habisan, namanya dinodai, dan kehormatannya diinjak-injak, ia tetap bertahan hanya demi satu hal: anak-anaknya. Ia rela menanggung semua rasa sakit ini asalkan ia masih bisa mendekap, menjaga, dan membesarkan buah hatinya di pangkuannya sendiri. Ini adalah kasih ibu yang tulus, yang tidak pernah menghitung rasa sakit yang ia terima,” kata Jeny dalam keterangan kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 4 Juni 2026.

Menurut Jeny, tuduhan terkait agama dan narkotika dapat berdampak luas jika tidak didukung fakta dan alat bukti yang jelas.

“Tidak ada rasa sakit yang lebih besar bagi seorang ibu selain dipisahkan dari anaknya, apalagi dipisahkan dengan cara yang kotor dan penuh kebohongan. Ibu Mirna berjuang bukan untuk dirinya sendiri, ia berjuang agar anak-anaknya tumbuh merasakan kasih sayang ibunya, agar masa depan anak-anaknya tidak dirusak oleh kebohongan orang dewasa. Ketegaran hatinya patut diapresiasi dan dibela oleh kita semua,” ujarnya.

TRC PPA Indonesia menyatakan telah mengajukan aduan resmi kepada Polda Bali dan berharap penanganan perkara dilakukan secara objektif berdasarkan fakta dan alat bukti yang sah.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Muhamad Teguh Prabowo terkait tuduhan fitnah yang disampaikan oleh mantan istrinya maupun TRC PPA Indonesia.

Kasus ini kini bergulir di tengah proses sengketa hak asuh anak yang masih berlangsung. Sejumlah tuduhan yang menjadi polemik diharapkan dapat diuji melalui mekanisme hukum agar memberikan kepastian bagi seluruh pihak yang terlibat.

Loading