Usai Gempa M 7,7 di NTT, Sandri Rumanama Ungkap Gerak Cepat Polri: “Responsif dan Tanggap”

Nasional476 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM – JAKARTA – Respons aparat menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketua Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama, menilai langkah cepat Polri dalam membantu masyarakat terdampak patut diapresiasi.

Sandri mengatakan penanganan bencana membutuhkan gerak cepat. Bantuan yang terlambat, kata dia, dapat menyulitkan masyarakat yang sedang berada dalam kondisi darurat.

“Mereka responsif dan kerja cepat dan tanggap,” kata Sandri dalam keterangannya (17/08).

Penilaian tersebut disampaikan Sandri setelah berkomunikasi dengan sejumlah rekannya di wilayah NTT. Dari informasi yang diterimanya, Polri telah bergerak menyalurkan kebutuhan dasar sekaligus membuka sejumlah layanan bagi warga terdampak.

“Saya sudah hubungi rekan-rekan di sana dan alhamdulilah puji Tuhan, Polri begitu cepat menyalurkan makanan cepat saji, obat-obatan, serta membuka layanan kesehatan dan identifikasi korban (DVI), langkah ini yang perlu kita apresiasi,” tutur Sandri.

Ratusan Personel Masuk dalam Operasi Penanganan

Respons Polri tidak hanya dilakukan melalui distribusi bantuan. Kekuatan personel juga ditambah untuk mendukung penanganan di wilayah terdampak.

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo memerintahkan pengerahan 845 personel gabungan. Rinciannya, 168 personel berasal dari Polda NTT dan 677 personel lainnya merupakan anggota jajaran Polres.

Selain personel, sejumlah unsur pendukung turut disiapkan. Di antaranya bantuan logistik, tenda darurat, tim SAR Brimob, anjing pelacak K9, serta tenaga medis DVI-Dokkes.

Kombinasi personel dan peralatan tersebut dipersiapkan untuk menunjang kebutuhan penanganan bencana, mulai dari pencarian dan pertolongan hingga pelayanan kesehatan serta identifikasi korban.

Perkuatan dari Mabes Polri Dikirim ke Labuan Bajo

Polri kemudian menambah kekuatan dengan memberangkatkan personel perkuatan dari Mabes Polri.

Perjalanan dilakukan menggunakan pesawat charter dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Perkuatan itu selanjutnya disiapkan untuk membantu jajaran Polda NTT. Penempatan personel akan menyesuaikan perkembangan kondisi serta kebutuhan penanganan di lapangan.

Sandri menilai langkah tersebut menunjukkan pentingnya fleksibilitas dalam menghadapi bencana. Sebab, kebutuhan di lokasi terdampak dapat berubah seiring proses evakuasi, pendataan korban dan pemulihan fasilitas.

Sandri: Jangan Biarkan Warga Menghadapi Bencana Sendirian

Sandri berharap seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana terus menjaga koordinasi. Menurut dia, masyarakat harus menjadi prioritas dalam setiap keputusan dan langkah di lapangan.

“Masyarakat yang terdampak bencana membutuhkan kepastian bahwa mereka tidak menghadapi situasi ini sendirian. Bantuan harus cepat sampai, pelayanan kesehatan harus tersedia, dan proses pencarian maupun identifikasi korban harus dilakukan secara serius. Karena itu, kami mengapresiasi respons Polri dan berharap sinergi dengan seluruh unsur di lapangan terus diperkuat,” ujar Sandri.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap saling membantu selama masa penanganan bencana. Menurutnya, kerja bersama antara aparat, pemerintah daerah, relawan dan warga menjadi bagian penting untuk mempercepat pemulihan.

Loading