Oknum Guru PNS Berikan Klarifikasi Terkait Insiden di Way Urang

Patra News508 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Menyusul pemberitaan mengenai dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa di Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran Lampung, guru PNS yang terlibat dalam peristiwa tersebut memberikan klarifikasi atas kejadian yang berlangsung pada Senin (01/12/2025) di wilayah Way Urang.

Saat ditemui awak media di kediamannya, guru tersebut menjelaskan bahwa insiden itu berawal dari kecelakaan, bukan tindakan kekerasan sebagaimana berkembang di masyarakat.

Menurut penuturannya, siswa yang terlibat saat itu mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi dan secara ugal-ugalan. Ketika berpapasan, stang motor siswa tersebut bersenggolan dengan motornya hingga menyebabkan dirinya terjatuh ke jalan.

Baca juga: https://patraindonesia.com/dunia-pendidikan-tercoreng-oknum-guru-pns-di-padang-cermin-diduga-hajar-murid-belasan-kali/

Guru itu mengakui sempat hilaf dalam situasi tersebut, namun menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan pemukulan hingga 15 kali, seperti yang disampaikan oleh siswa sebelumnya.

“Kita nih korban sebetulnya, sudah sudahlah kita gak mau perpanjang itu, walaupun ada pemukulan spontan karena khilaf, itu manusiawi,” jelas Guru tersebut menyampaikan di rumahnya.

Ia juga menekankan bahwa berdasarkan kejadian tersebut, ia merasa dirinya turut menjadi korban kecelakaan, bukan pelaku tunggal dalam peristiwa itu.

“Pemukulan itu reflek dan bukan untuk menganiaya,” ucapnya Rabu (03/12/2025), sekira pukul 12.10 WIB.

Ketika menunjukkan kondisi fisiknya, terlihat memar pada bagian perut dan tangan, serta luka pada bagian atas jari kaki, yang menurutnya merupakan akibat dari terjatuh saat kecelakaan terjadi. Baju yang dikenakannya juga terlihat robek dan kotor, begitu pula dengan helm yang ia bawa ada bagian depan pecah.

Ia juga menjelaskan bahwa setelah kejadian, keluarga siswa telah mengembalikan sepeda motor miliknya. Pada momen tersebut, menurutnya, keluarga siswa menyampaikan permintaan maaf, dan peristiwa itu kemudian diselesaikan secara lisan oleh kedua belah pihak.

Sebagai tindak lanjut, awak media akan mencari dan mewawancarai beberapa saksi yang berada di lokasi kejadian untuk memperoleh keterangan tambahan mengenai insiden tersebut.(Asen/Red/PI).

Loading