Ivoni Munir Tambah Bantuan Alat Berat untuk Percepatan Pemulihan Pascabencana di Solok

Daerah, Patra News145 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Solok) – Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir, S.Farm., Apt menegaskan komitmennya dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Kabupaten Solok pada akhir November 2025.

Pada Senin malam (1/12/2025), Ivoni Munir menurunkan tambahan satu unit alat berat untuk mempercepat penanganan di sejumlah titik terdampak.

Menurut Ivoni Munir, kebutuhan alat berat masih mendesak meskipun masa tanggap darurat telah memasuki hari kelima, Ia menjelaskan bahwa alat berat yang dikirim dari pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera, Pemerintah Provinsi (Pemprov), dan Kabupaten Solok, jumlahnya belum mencukupi untuk menangani skala kerusakan yang terjadi.

“Alat berat dari pemerintah pusat berjumlah lima unit, ditambah dari provinsi dan kabupaten, Namun jumlahnya belum cukup untuk normalisasi sungai dan pembersihan material longsor,” ujarnya kepada wartawan pada Selasa (2/12/2025).

Tambahan alat berat tersebut difokuskan untuk wilayah Kecamatan Junjuang Sirih, khususnya di Nagari Muaro Pingai dan Nagari Paninggahan dua daerah yang mengalami kerusakan paling parah.

“Masih banyak akses jalan yang tertutup batu, kerikil, dan kayu, Karena itu kami menambah satu unit alat berat untuk mempercepat pembersihan,” tambahnya.

Ivoni Munir juga menekankan bahwa percepatan penanganan bencana memerlukan sinergi semua pihak.

“Kerja sama antara pemerintah daerah, Forkopimda, DPRD, Kodim, Polres, dan para wali nagari sangat penting, Kita harus bergerak bersama agar persoalan di lapangan dapat diselesaikan selama masa tanggap darurat,” tegasnya.

Selain fokus pada infrastruktur, Ivoni Munir turut menyoroti kebutuhan mendesak masyarakat, Ia berharap dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi dapat segera terealisasi untuk membantu pembangunan kembali sarana yang rusak, termasuk jalan longsor, jembatan putus, dan normalisasi sungai.

“Anak-anak membutuhkan pakaian sekolah, masyarakat membutuhkan fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, serta obat-obatan. Semua ini harus menjadi perhatian pada tahap pemulihan selanjutnya,” tutupnya.(Haris Pranatha/Red/P1).

Loading