Narapidana Kabur dari Lapas Palangka Raya Berhasil Ditangkap di Banjarmasin

Patra News443 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (PALANGKA RAYA)

Upaya pencarian intensif terhadap narapidana atas nama Henderikus Yoseph Bin Anderias Seran yang sebelumnya melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya akhirnya membuahkan hasil. Narapidana tersebut berhasil diamankan oleh Tim Polrestabes Banjarmasin di Kalimantan Selatan pada Rabu siang (2/7/2025).

Penangkapan berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai keberadaan seorang pria dengan gelagat gelisah di sekitar Pasar Cempaka, Banjarmasin. Menindaklanjuti informasi tersebut, sekitar pukul 14.00 WITA, personel dari Pos Macan Sudimampir langsung bergerak menuju lokasi dan berhasil mengamankan pria yang ciri-cirinya sesuai dengan data narapidana buronan.

Setelah dilakukan pemeriksaan identitas dan pencocokan lebih lanjut oleh Kanit, dipastikan bahwa pria tersebut adalah Henderikus Yoseph Bin Anderias Seran, narapidana yang sebelumnya kabur dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya saat mengikuti kegiatan kerja bakti.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polrestabes Banjarmasin serta seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam proses penangkapan ini.

“Kami mengapresiasi respons cepat dan sinergi yang ditunjukkan jajaran Polrestabes Banjarmasin dalam mengamankan narapidana yang melarikan diri. Ini menjadi bukti nyata bahwa koordinasi lintas wilayah dan instansi berjalan efektif,” ujar I Putu Murdiana.

Saat ini, narapidana tersebut masih diamankan di Pos Macan Sudimampir. Tim pengamanan dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya juga telah diberangkatkan ke Banjarmasin untuk melakukan penjemputan dan pengawalan ketat kembali ke Palangka Raya.

“Kami terus berkoordinasi intensif dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, kepolisian, dan aparat TNI untuk memastikan langkah-langkah pengamanan berjalan maksimal pasca-penangkapan ini,” tegas I Putu Murdiana.

Ia menambahkan, kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi penguatan sistem keamanan di seluruh Lapas dan Rutan di wilayah Kalimantan Tengah.

“Penangkapan ini sekaligus menjadi pengingat bagi kami untuk memperkuat sistem pengawasan dan pengamanan di seluruh unit pelaksana teknis pemasyarakatan. Kami tidak akan berkompromi terhadap pelanggaran, dan tindakan tegas akan diambil sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (*)

Loading