Driver Online Bergerak! GAS Tuntut Aplikator Pangkas Potongan Jadi 10 Persen

Nasional, Patra News8496 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM-JAKARTA-Gelombang protes dari komunitas pengemudi online kembali bergema. Kali ini, mereka menggagas Gebrak Aplikator Sepuluh Persen (GAS), sebuah gerakan yang menuntut pemangkasan biaya potongan aplikator dari 20% menjadi 10%.

Gerakan ini diinisiasi oleh para driver roda dua (R2) dan roda empat (R4) dari berbagai komunitas dan organisasi pengemudi online di seluruh Indonesia.

BACA JUGA : Gaspool Lampung Serukan Prioritaskan Kesejahteraan Ojol dalam Amandemen UU No 22 Tahun 2009

GAS lahir sebagai respons atas pernyataan anggota Komisi V DPR RI, Adian Napitupulu, dalam rapat dengar pendapat dengan perusahaan penyedia aplikasi transportasi online yang berlangsung di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada 5 Maret 2025.

Dalam kesempatan itu, Adian menegaskan bahwa aplikator harus segera meninjau ulang kebijakan pemotongan pendapatan pengemudi, karena selama ini beban produksi sepenuhnya ditanggung oleh driver.

Tuntutan Pengemudi Online: Aplikator Harus Lebih Adil

Menurut Adian, sistem potongan sebesar 20% yang diterapkan oleh aplikator sangat tidak masuk akal dan merugikan para pengemudi.

Ia menegaskan bahwa aplikator tidak memiliki andil dalam biaya operasional pengemudi, seperti perawatan kendaraan, bahan bakar, dan risiko kerja di jalanan.

“Aplikator tidak menanggung biaya produksi. Mereka tidak membeli kendaraan, tidak mengisi bensin, tidak mengganti ban, tapi mengambil bagian 20% dari pendapatan driver. Ini jelas tidak adil,” ujar Adian dalam rapat tersebut.

BACA JUGA: Jumhur Hidayat Siap Perjuangkan Hak Ojol, Dorong Regulasi untuk Gig Workers

Adian menambahkan bahwa peran aplikator hanya sebagai perantara yang menghubungkan pengemudi dengan pelanggan.

Oleh karena itu, besaran potongan yang dikenakan kepada pengemudi seharusnya lebih rasional dan tidak membebani mereka yang sudah bekerja keras di lapangan.

Seruan Adian ini kemudian mendapat sambutan dari Haji Rachmad, seorang aktivis R4 dari komunitas Revolusi Driver Online (RDO).

Bersama rekan-rekan pengemudi lainnya, ia pun menginisiasi GAS (Gebrak Aplikator Sepuluh Persen) sebagai gerakan kolektif untuk menekan pemerintah agar segera mengeluarkan regulasi yang mengatur batas maksimal potongan aplikator menjadi 10%.

Dorongan untuk Regulasi Baru

Melalui GAS, para driver online berharap pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, dapat segera menerbitkan aturan yang lebih berpihak kepada pengemudi.

Mereka ingin ada batasan yang jelas mengenai persentase potongan, sehingga penghasilan mereka tidak terus tergerus oleh kebijakan aplikator yang dinilai tidak adil.

Haji Rachmad menegaskan bahwa gerakan ini bukan hanya sekadar keluhan, tetapi bentuk perjuangan nyata demi kesejahteraan para pengemudi online.

Menurutnya, jika regulasi ini tidak segera diterapkan, maka kesejahteraan pengemudi akan semakin terpuruk.

“Kami para driver bekerja keras di jalanan, menghadapi risiko kecelakaan, macet, bahkan cuaca ekstrem. Tapi pendapatan kami terus dipotong dengan angka yang tidak masuk akal. Kami hanya ingin keadilan. 10% adalah angka yang lebih wajar,” tegas Haji Rachmad dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (28/03) di Jakarta.

Aksi Nyata: Kampanye di Media Sosial dan Basecamp Driver

Sebagai bentuk perjuangan, GAS mengajak seluruh pengemudi online dari berbagai daerah untuk ikut serta dalam kampanye ini.

Mereka diminta untuk memasang spanduk di basecamp masing-masing dan mengunggahnya ke berbagai platform media sosial.

Tujuan dari kampanye ini adalah untuk menarik perhatian publik dan pemerintah, agar desakan ini tidak diabaikan begitu saja.

Semakin banyak driver yang ikut bersuara, semakin besar kemungkinan tuntutan ini dikabulkan.

Haji Rachmad, seorang aktivis R4 dari komunitas Revolusi Driver Online (RDO). (Foto: PATRA/IST)

“Kami mengajak semua driver online, baik roda dua maupun roda empat, untuk bersatu dalam gerakan ini. Sebarkan kampanye ini di media sosial, tunjukkan bahwa kita solid dalam memperjuangkan hak kita,” ujar Haji Rachmad.

Gerakan ini juga mendapat dukungan dari berbagai komunitas pengemudi di berbagai daerah. Banyak driver yang mulai aktif menyuarakan tuntutan mereka melalui media sosial, menggunakan tagar #GAS10Persen sebagai simbol perjuangan.

Loading