PATRAINDONESIA.COM (BUNTOK) – Air tidak pernah diam. Tapi manusia bisa. Dan kali ini, yang diam adalah mereka yang seharusnya bicara. Di Pelabuhan Jelapat, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng) setiap hari ada suara mesin.
Ada tali tambat yang ditarik. Ada Crude Palm Oil (CPO) yang naik ke tongkang milik PT Borneo Ketapang Indah (BKI). Ramai. Sibuk. Pasti. Tapi ketika ditanya, jawabannya sunyi.
Kami bertanya ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Barsel melalui Kepala Dinas Joni Priawan dan pihak Management PT BKI atas nama Hendra untuk minta satu hal. Kejelasan.
Atas dasar apa dermaga rakyat dipakai? Atas dasar apa ruang publik jadi jalur logistik satu perusahaan.? Pertanyaan sederhana. Namun, jawaban yang tak kunjung datang. Pertanyaan itu kami konfirmasi melalui telepon seluler via pesan singkat WhatsApp.
Hingga tulisan ini naik, kedua belah pihak memilih bungkam. Seolah konfirmasi kami tidak ada. Seolah dermaga itu milik pribadi. Seolah publik tidak berhak tahu.
Padahal ini bukan soal satu perusahaan. Ini soal wibawa. Ini soal apakah aturan masih ditegakkan. Ini soal apakah pelabuhan rakyat masih milik rakyat.
Kami paham. Ada prosedur. Ada rapat. Ada pertimbangan. Kami juga paham. Ada asas praduga tidak bersalah. Tapi publik juga punya hak. Hak untuk tidak dibiarkan menggantung dalam tanda tanya.
Diam itu mahal. Diam di atas dermaga rakyat lebih mahal lagi. Karena setiap hari diam, kepercayaan publik terkikis sedikit demi sedikit.
Kalau memang benar, tunjukkan kertasnya. Kalau memang belum, katakan terus terang. Karena yang paling menyakitkan bukan penolakan yang paling menyakitkan adalah dibiarkan menunggu tanpa kepastian.
Kami tidak menuduh. Kami mencatat. Ada aktivitas. Ada konfirmasi. Belum ada jawaban. Dan demi keberimbangan, pintu kami tidak pernah kami kunci.
Ruang hak jawab untuk PT BKI dan Dishub Barsel tetap terbuka lebar. Silakan datang dengan data. Silakan bicara dengan fakta. Karena dermaga ini bukan milik siapa-siapa.
Dermaga ini milik semua orang. Dan segala yang terjadi di atasnya, wajib bisa dijelaskan kepada semua orang. (Amar Iswani/Red/PI).
![]()












