NIC Sentil Geisz Chalifah: Berhenti Gaduh di Medsos, Berani Bicara Langsung?

Politik1419 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM – JAKARTA – Founder Nusa Ina Connection (NIC), Abdullah Kelrey, melontarkan kritik terhadap mantan anak buah Anies Baswedan, Geisz Chalifah, yang kerap mengomentari kebijakan di PT Pertamina.

Kelrey menilai bahwa Geisz lebih banyak memicu provokasi di media sosial ketimbang menyampaikan kritik secara konstruktif.

BACA JUGA : Ribuan Warga Sambut Arak-arakan Timnas Sepakbola U-22 Indonesia di Jakarta.

“Kerjaannya cuma memprovokasi masyarakat. Misalnya, ia mempersoalkan jabatan Kristia Budiyarto. Padahal, yang perlu dikawal adalah proses hukum terkait dugaan korupsi di Pertamina, bukan malah menghasut opini publik,” ujar Kelrey, Kamis (10/3/2025).

Kelrey juga meminta Anies Baswedan untuk mengingatkan para mantan anak buahnya agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

“Anies, nasihati anak buahmu. Jangan biarkan mereka terus-terusan menggunakan media sosial untuk memprovokasi masyarakat. Gunakan dengan adab, bukan buat memperkeruh suasana,” tegasnya.

BACA JUGA : Mau Bikin Konten Medsos, Remaja ini Hadang Truk Kontainer. Hasilnya? Terlindas dan Tewas.

Menurutnya, jika Geisz memiliki keberatan terhadap jabatan Kristia Budiyarto, seharusnya ia menyampaikannya secara langsung, bukan lewat media sosial.

“Kalau ada masalah, bicarakan baik-baik. Kalau mau marah, hadapi langsung, jangan malah mengompori publik,” tambah Kelrey.

Ia juga menekankan bahwa dugaan kasus korupsi di PT Pertamina masih dalam proses hukum dan semua pihak seharusnya mengawal kasus ini dengan sikap yang lebih bertanggung jawab.

Geisz Chalifah Tuding Erick Thohir

Sebelumnya, Geisz Chalifah menyoroti penunjukan sejumlah pejabat di PT Pertamina yang diduga terkait kasus korupsi.

Ia secara terbuka menuding Menteri BUMN Erick Thohir sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pengangkatan mereka.

“Para pencoleng di Patra Niaga itu yang menempatkan mereka adalah Erick Thohir,” tulis Geisz di platform X @GeiszChalifah, Rabu (27/2/2025).

Ia juga menuduh Erick Thohir telah menempatkan sosok yang disebutnya sebagai “penipu CV,” merujuk pada Kristia Budiyarto atau Kang Dede.

“Erick Thohir juga yang menempatkan si penipu CV Dede Budhyarto. Apa tanggung jawab Erick Thohir terhadap itu semua?” tulisnya.

Geisz bahkan melontarkan pernyataan keras dengan menyebut bahwa hingga kini Kristia Budiyarto masih memegang jabatannya di perusahaan tersebut.

Pernyataan Geisz Chalifah ini langsung menuai respons, termasuk dari Abdullah Kelrey, yang mengingatkan agar setiap isu korupsi disikapi dengan bijak dan sesuai proses hukum, bukan dijadikan bahan provokasi di media sosial.

 

Loading