SKhN Lamandau Unggulkan Kripik Daun Sirih dan Minuman Tepache ke Festival Tingkat Nasional

Pendidikan242 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Nanga Bulik, Lamandau) – Sekolah Khusus Negeri (SKhN) Nanga Bulik Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah yang dulu lebih dikenal dengan sebutan SLB Negeri Lamandau akan mengikuti Festival Inovasi dan Kewirausahaan Nasional (FIKSI) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah pertengahan November mendatang.

Even yang menghadirkan beraneka inovasi dan kewirausahaan dari sekolah Khusus ini merupakan ajang tahunan yang bisa di samakan dengan ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) untuk sekolah SMP/SMA atau Lomba Kompetensi Siswa (LKS) untuk SMK.

Dalam kompetisi yang akan berlangsung pertenganhan November mendatang PLT. Kepala SKhN Nanga Bulik Ibu Ismawati, S.Pd mengatakan akan menghadirkan produk “Keripik Daun Sirih” dan Minuman “Tepache” sebagai produk unggulan sekolahnya. Dijelaskan keripik daun sirih merupakan produk yang sudah mereka produksi beberapa tahun lalu dan pernah direncanakan untuk dibawa ke even FIKSI ini tetapi karena kejadian luar biasa Copid 19 tahun 2020 dan karena beberapa siswa yang diandalkan dalam produksi produk telah lulus maka gagal berlanjut. Dengan semangat dan motivasi dari rekan-rekan guru dan beberapa siswa yang sudah dinilai mampu diandalkan sekolah kembali bersinergi untuk bagaimana caranya produk ini bisa dihadirkan dan dipresentasikan dengan menyertakan produk minuman tepache.

Produksi Kripik daun sirih menawarkan satu cara untuk menikmati dan merasakan manfaat daun sirih disamping mengkonsumsi secara tradisional. Sedangkan minuman tepache merupakan hasil fermentasi tradisional yang memanfaatkan kulit dan bonggol nanas, air, dan gula merah . Minuman ini kaya akan probiotik alami, rendah alkohol, dan memiliki sensasi sedikit asam, bersoda alami, serta menyegarkan.

Tidak kalah penting dari semua itu bahwa semua produksi ini adalah tidak menggunakan bahan-bahan pemanis atau perasa buatan sedikitpun, memanfaatkan hasil kebun sekolah SKhN sendirididukung dan peran serta orangtua siswa, walaupun terakhir untuk kebun nanas dan pisang menurut Ibu Ismawati boleh dikata gagal panen bahkan habis karena diterjang banjir beberapa waktu yang lalu.

Dalam kegiatan nanti menurut kepala SKhn Ibu Ismawati yang saat itu didampingi bagian Kurikuler Ibu Siti Maryam Ibu Nurfitrianti dan Bapak Husein menambahkan bahwa dalam kegiatan nanti akan membawa dua orang siswa untuk melakukan presentasi proses produksi dan guru yang membantu memaparkan bagaimana proses, pemasaran dan orientasi kedepan.

Ditambahkan oleh Ibu Maryam dan Ibu Fitri bahwa semua proses produksi ini merupakan hasil kolaborasi antara sekolah guru-guru dan orangtua dalam melibatkan dan memotivasi siswa, bahkan menurut mereka orang tua sangat berperan dalam membantu dan menyediakan bahan baku.

Menurut Guru-guru SKhN Nanga Bulik beberapa waktu terakhir berkembang cukup baik bahkan dalam satu semester terakhir mendapat dua penghargaan Kepala sekolah berprestasi terbaik 3 tingkat Provinsi dan yang terbaru kepala sekolah mendapatkan penghargaan dalam ajang apresiasi GTK kementerian pendidikan dasar dan menengah sebagai kepala sekolah Transpormatif terbaik 1 tingkat Provinsi dan akan mengikuti kegiatan yang sama untuk tingkat Nasional sekitar tanggal 24-28 November mendatang.

Ditanya mengenai penghargaan tersebut Plt. Kepala sekolah SKhN Nanga Bulik Ismawati mengatakan keberhasilan yang didapatkan merupakan sebuah hal yang tidak disangka karena beliau merasa baru saja ditugaskan sebagai pelaksana tugas dan latarbelakang sebagai guru Biologi di SMA Negeri 1 Nanga Bulik.

Bahkan sampai saat ini beliau tetap mejalankan tugas mengajar di SMA N 1 Nanga Bulik. Namun beliau bersyukur apa yang telah dilakukan dan kerjasama dengan guru-guru SKhN mendapat apresiasi dari orang tua, teman-teman sejawat, pengawas sekolah dan Terlebih Dinas Provinsi Kalimantan Tengah.

Ada hal yang sangat berbeda menurut Bu Ismawati antara menjadi Guru Biologi di SMA dengan menjadi guru di SKhN. Menurut beliau mengajar di sekolah dengan kebutuhan khusus membutuhkan kesiapan mental bahkan jiwa dan raga kata beliau sambil bercanda, karena mendidik anak dengan bermacam kekhususan menghadirkan situasi dan perubahan sikap anak yang kadang-kadang secara tiba-tiba, bahkan menurut beliau beberapa guru kadang-kadang tidak hanya mendidik tetapi juga siap harus seperti pengasuh.

Namun satu hal yang sangat menginspirasi menurut beliau menjadi guru di SKhN menjadikannya lebih bahagia. (Rudiansyah-Lamandau)

Loading