PATRAINDONESIA.COM (Jakarta) – Reynaldi, Ketua Pelaksana Pemilihan Umum Ketua RT (Rukun Tetangga), menyatakan bahwa panitia tidak memiliki kapasitas untuk memutuskan apakah pemilihan harus tetap dilanjutkan dengan hasil yang ada atau dilakukan pemilihan ulang.
Ia menegaskan bahwa jika pemilihan ulang dilakukan, ia bersama tim panitia akan mengundurkan diri karena tekanan dari warga, baik dari tim sukses 01, 02, maupun pihak RW (Rukun Warga).
Terkait isu pemalsuan data yang dilakukan oleh salah satu calon, panitia mengaku tidak mengetahui asal-usul atau pihak yang membuat data tersebut. Namun, Mas Mujo, salah satu calon, telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf.
Meskipun demikian, karena adanya tekanan dari pihak RW untuk melanjutkan kegiatan, panitia tetap melaksanakan pemilihan meskipun menyadari adanya cacat administrasi.
Reynaldi menambahkan bahwa meskipun tidak mengetahui siapa yang melakukan pemalsuan, pihaknya menyarankan agar pertanyaan lebih lanjut diajukan kepada pihak RW, yang mungkin lebih memahami indikasi tersebut sejak awal. Panitia baru menyadari adanya kecurangan sekitar tiga jam sebelum acara berlangsung.
“Pesta demokrasi ini seharusnya menjadi ajang silaturahmi, namun kenyataannya terjadi adanya dugaan kecurangan yang menciptakan asumsi negatif, dan ini semua di luar kendali kami,” tutup Reynaldi.(Erica/Red/PI).
![]()

