Kontroversi Oknum Kades: Unggahan Promosi Wisata Picu Kecaman Publik

Pariwisata241 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Seorang oknum kepala desa (kades) di Kabupaten Pesawaran menuai sorotan tajam publik setelah mengunggah konten tidak pantas di status WhatsApp pribadinya.

Dalam unggahan tersebut, ia menampilkan seorang wisatawan wanita yang tidak mengenakan pakaian lengkap, bahkan hanya menggunakan pakaian dalam dari kaki hingga rambut, dengan narasi yang diklaim sebagai bentuk promosi wisata, Minggu (22/03/2026).

Tulisan yang menyertai unggahan itu berbunyi: “Melihatnya dari sudut pandang wisata, yg mau berwisata gasken, wisata favorit pulau Pahawang GASKEN.” Alih-alih menarik minat wisatawan, konten tersebut justru memicu reaksi keras dari masyarakat Teluk Pandan.

Sejumlah warganet menilai tindakan oknum kades tersebut tidak mencerminkan etika seorang pejabat publik. Mereka menganggap penggunaan konten yang mengandung unsur pornografi atau eksploitasi tubuh perempuan sebagai bahan promosi wisata adalah tidak pantas dan merendahkan martabat.

“Promosi wisata seharusnya menonjolkan keindahan alam dan budaya, bukan mengeksploitasi tubuh seseorang,” ujar Nano salah satu warga di Kecamatan Teluk Pandan.

Publik juga berpendapat tindakan tersebut menunjukkan kurangnya pemahaman mengenai etika digital dan tanggung jawab sebagai pejabat. Terlebih, posisi kepala desa dinilai memiliki peran penting sebagai panutan di tengah masyarakat.

Selain itu, unggahan tersebut berpotensi melanggar norma sosial dan aturan hukum yang berlaku, terutama terkait penyebaran konten tidak senonoh di ruang digital.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari oknum kades yang bersangkutan dan promosi tersebut apakah sudah di setujui oleh pemilik foto. Namun, desakan agar pihak berwenang memberikan pembinaan hingga sanksi terus menguat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa promosi wisata harus dilakukan secara bijak, kreatif, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai etika serta norma yang berlaku di masyarakat.(Asen/Red/PI).

Loading