Pokdarwis Pesona Jaya Dorong Nilai Tambah Kopi, Limbah Pasca Panen Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Ekonomi, Pariwisata538 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM – Pesawaran – Upaya mendorong penguatan sektor pariwisata berbasis pertanian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat terus dilakukan di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran.

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Jaya MT Nirwana 1681 via Bukit Lantana berhasil menggelar pelatihan pengelolaan pasca panen kopi dan pengolahan limbah hasil pasca panen kopi, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan potensi desa wisata yang tidak hanya menonjolkan keindahan alam, tetapi juga menghadirkan inovasi produk berbasis hasil pertanian lokal.

Proses praktek pembuatan sabun

Pelatihan menghadirkan narasumber Dr. Ana Liana Sari, S.TP., M.T.P., dari Polinela yang memberikan materi sekaligus praktik pengolahan hasil dan limbah pasca panen kopi agar memiliki nilai tambah ekonomi.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dikenalkan pada berbagai produk olahan yang berasal dari limbah pertanian, di antaranya teh cascara berbahan kulit kopi yang dipadukan dengan kulit pala, pembuatan sabun, Eco Enzim yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan desinfektan, hingga permen sebagai produk olahan bernilai jual.

Hasil Produk

Kegiatan praktik dan uji hasil tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara Pokdarwis Pesona Jaya dengan Kelompok Tani 5 dan 6 serta dukungan dari Polinela sebagai mitra pendamping.

Dalam penyampaian materinya, Dr. Ana Liana Sari menekankan pentingnya pengelolaan kopi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Pesona Jaya, Zainal Alidin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, pelatihan ini diharapkan mampu membuka peluang usaha bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik destinasi wisata desa.

Adapun destinasi pariwisata yang dimasukkan di Desa Harapan Jaya diantaranya: Bukit Lantana, Bukiit Cendana, Air Terjun (Arter) Sinar Tiga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Target kami bukan hanya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menjadikan wisata desa semakin menarik bagi wisatawan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Harapan Jaya, Susalit Cokro Aminoto berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani.

“Semoga pelatihan ini membawa manfaat, membuka peluang usaha baru, dan usaha para petani serta pelaku UMKM di Desa Harapan Jaya semakin berkembang,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, Desa Harapan Jaya menunjukkan bahwa sektor pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan. Pemanfaatan limbah pasca panen menjadi produk bernilai jual diharapkan menjadi langkah konkret menuju desa wisata yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing.(Asen/Red/PI).


Loading