Goling Targetkan 10 Ribu Mitra dalam 3 Bulan, Perkuat Layanan Pengiriman hingga UMKM

Ekonomi571 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM – DEPOK – Goling terus memperluas ekosistem layanan pengiriman barang berbasis digital dengan memperkuat jaringan mitra dan pelayanan kepada pelanggan. Dalam tiga bulan ke depan, Goling menargetkan jumlah mitra mencapai 10.000 orang guna memastikan layanan pengiriman dapat menjangkau lebih banyak wilayah.

Penguatan jaringan tersebut menjadi bagian dari langkah Goling membangun layanan pengiriman yang lebih dekat dengan masyarakat. Hal itu juga menjadi salah satu semangat yang dibawa dalam kegiatan silaturahmi dan pembagian atribut Goling yang digelar Minggu, 9 Agustus 2026, di Depok.

Kegiatan tersebut mengusung semangat memperkuat kebersamaan, profesionalisme, identitas, serta komitmen seluruh jajaran dalam pengembangan Goling.

Agenda kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan arahan CEO dan pembagian atribut Goling secara simbolis oleh CEO  foto bersama.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mempererat sinergi dan membangun rasa memiliki di antara seluruh jajaran Goling. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan yang profesional, terpercaya, dan berorientasi pada kemajuan bersama.

Semangat tersebut sejalan dengan visi Goling dalam memperluas jaringan mitra sekaligus menghadirkan layanan pengiriman yang lebih mudah diakses masyarakat.

Berawal dari Konsep “Kargo Keliling”

Area Manager Goling, Eko Suwanto, menjelaskan konsep Goling berawal dari gagasan layanan yang dapat mendatangi pelanggan secara langsung.

Menurut Eko, perkembangan internet dan transaksi jual-beli secara online membuat kebutuhan terhadap layanan pengiriman yang praktis semakin besar. Dari kondisi tersebut, muncul gagasan membuat layanan pengiriman dengan konsep seperti “Starbucks keliling”.

“Ya, jadi konsepnya adalah awalnya tadi dari konsep Starling ya. Ketika Starling mulai masuk ke Indonesia berarti kan internet akan merata. Artinya jual-beli online akan meningkat tapi kita juga harus mulai bisa order lewat online,” kata Eko.

Ia kemudian menjelaskan konsep tersebut dikembangkan menjadi layanan “kargo keliling”, di mana mitra Goling mendatangi pelanggan untuk mengambil barang yang akan dikirim.

“Awalnya seperti itu, jadi kalau Starbucks keliling kan dia jemput pelanggan. Oh kenapa kita nggak kayak Starbucks keliling nih? Jadi kita jemput pelanggannya, pelanggan nggak perlu ke kantor kita untuk ngirim barangnya,” ujarnya.

Dengan konsep tersebut, pelanggan tidak perlu datang ke kantor ekspedisi untuk mengirim barang.

“Nggak perlu telepon, repot-repot, tunggu berapa jam, mereka tinggal order, akhirnya jadilah kargo keliling. Jadi semata-mata untuk memudahkan mereka dan kita juga melayani dengan menjemput langsung bahkan ke depan pintu rumahnya,” kata Eko.

1.800 Orang Sudah Mendaftar

Pengembangan jaringan mitra juga terus dilakukan. Eko menyebut dalam satu bulan terakhir sudah sekitar 1.800 orang yang mendaftar sebagai mitra Goling di wilayah Jabodetabek dan Bandung.

“Ya, satu bulan ini alhamdulillah sudah 1.800 pendaftar padahal ini baru Jabodetabek aja ya plus Bandung,” tuturnya.

Menurut Eko, jumlah tersebut masih akan terus ditambah dengan memperhatikan pemerataan mitra di setiap wilayah.

Goling tidak ingin pertumbuhan jumlah pelanggan tidak diimbangi dengan ketersediaan mitra. Sebab, kondisi tersebut berpotensi membuat pelanggan harus menunggu lebih lama atau bahkan pesanan dibatalkan.

“Kita akan ratakan nanti rekrutannya, wilayah-wilayah yang mana yang belum ada, sampai nanti customer lama-lama menunggu,” ujarnya.

Ia mengatakan pengalaman pada platform sebelumnya menjadi salah satu pembelajaran penting bagi Goling.

“Karena di platform sebelumnya mereka fokus ke market, tapi tidak berfokus ke mitra. Akhirnya orderan cancel, namun belum ada mitra di wilayah tempat,” kata Eko.

Karena itu, Goling memasang target memiliki 10.000 mitra dalam tiga bulan mendatang.

“Ketika sudah mulai jalan, kita harapkan customer tidak terlalu lama menunggu. Jadi kita akan terus target di 10.000 mitra untuk 3 bulan ke depan. Semoga insya Allah bisa segera realisasi, demi pelayanan yang bagus ya, demi mereka setia dengan platform Goling,” ucapnya.

Goling Tak Mengandalkan Perang Harga

Eko mengatakan Goling tidak menjadikan persaingan harga sebagai strategi utama. Menurutnya, kualitas pelayanan dan kesejahteraan mitra menjadi bagian penting dalam membangun loyalitas pelanggan.

“Visi kita sama dengan perusahaan lain, kita mau menguasai pasal. Kita juga tidak perang-perang harga, kita lebih kepada servis, lianan, kita berkuat,” katanya.

Ia menegaskan mitra juga harus mendapatkan perhatian agar kualitas pelayanan tetap terjaga.

“Maksudnya kita tidak mau mitra-mitra kita juga berkurang layanannya, cuma gara-gara hasilannya yang tidak sesuai,” ujar Eko.

Menurutnya, pelayanan bukan hanya berkaitan dengan kecepatan pengiriman, tetapi juga bagaimana mitra berinteraksi dengan pelanggan.

“Maksudnya layanan yang utama senyum ramah, artinya kan di mitra ini juga harus mulai sejahtera. Jadi kita berharap customer-nya lebih loyal, lebih percaya sama Goling,” katanya.

Fokus pada Pengiriman Barang dan UMKM

Goling membawa visi untuk mengajak sebanyak mungkin driver mendapatkan peluang penghasilan sekaligus ikut berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi masyarakat.

Salah satu fokusnya adalah memprioritaskan layanan pengiriman barang. Goling juga mengembangkan sistem berbasis aplikasi sebagai pengembangan dari konsep pos ekspedisi yang mencakup berbagai fasilitas pengiriman.

Konsep layanan tersebut diarahkan agar pekerjaan pengiriman dapat diselesaikan dalam satu hari.

Saat ini layanan Goling disebut telah mencakup wilayah Jabodetabek. Data yang telah terdaftar mencapai sekitar 1.860 orang, sementara akun yang sudah teraktivasi disebut sekitar 500 lebih.

Selain membangun jaringan mitra, Goling juga menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Untuk pelanggan UMKM, disiapkan skema cashback sebesar 5 persen. Sementara mitra yang berhasil mengajak pengguna baru disebut mendapatkan insentif sebesar 3 persen.

Goling juga menyiapkan ekosistem e-commerce melalui aplikasi yang disebut APK DUIT MAS.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Goling membangun ekosistem yang tidak hanya berorientasi pada layanan pengiriman, tetapi juga memberikan ruang bagi mitra dan pelaku UMKM untuk berkembang.

“Satu Identitas, Satu Komitmen”

Kegiatan silaturahmi dan pembagian atribut Goling di Depok menjadi salah satu momentum untuk menyatukan identitas dan semangat jajaran Goling.

Melalui kegiatan tersebut, Goling mendorong seluruh jajaran untuk memiliki rasa kebersamaan dan komitmen yang sama dalam mengembangkan layanan.

Semangat itu dirangkum dalam slogan:

“Satu Identitas, Satu Komitmen, Satu Langkah untuk Goling yang Lebih Maju.”

Eko juga menegaskan semangat pengembangan Goling diarahkan untuk mengajak mitra bersama-sama membangun bangsa, termasuk melalui dukungan terhadap perkembangan UMKM di Indonesia.

“Steatment nya mengajak mitra dalam membangun bangsa untuk mengembangkan UMKM di negri kita,” demikian pernyataan yang disampaikan terkait arah pengembangan Goling.

Dengan target 10.000 mitra, perluasan wilayah layanan, pengembangan aplikasi, serta fokus terhadap UMKM, Goling berupaya membangun layanan pengiriman yang tidak hanya mengedepankan kemudahan bagi pelanggan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para mitranya.(Libie/Red/PI)

Loading