Tasyakuran Pokdarwis Pesona Jaya di MT Nirwana Via Bukit Lantana, Mitra Dorong Pariwisata Berkelanjutan

Pariwisata752 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Harapan Jaya menggelar tasyakuran di kawasan wisata MT Nirwana Via Bukit Lantana sebagai bentuk rasa syukur atas perkembangan sektor pariwisata yang terus menunjukkan kemajuan melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Tahura, Polinela, ITB Nusantara, hingga Bank Indonesia.

Kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen dalam membangun pariwisata berbasis masyarakat yang tetap mengedepankan aspek konservasi lingkungan dan peningkatan ekonomi warga.

Sebelumnya, Pokdarwis yang dinakhodai Jainal Alidin berhasil mendorong inovasi ekonomi kreatif dengan mengolah limbah pasca panen kopi menjadi produk bernilai ekonomi, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan desa dan memperluas sumber pendapatan masyarakat.

Baca Sebelumnya: https://patraindonesia.com/pokdarwis-pesona-jaya-dorong-nilai-tambah-kopi-limbah-pasca-panen-disulap-jadi-produk-bernilai-ekonomi/

Kepala Desa Harapan Jaya, Cokroaminoto, menegaskan bahwa pengembangan sektor wisata harus dibarengi dengan dukungan infrastruktur yang memadai agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Kehadiran tamu undangan

“Pengembangan pariwisata harus dilengkapi dengan infrastruktur yang baik. Kami juga berharap Pemerintah Kabupaten Pesawaran dapat terus mendukung pembangunan infrastruktur sehingga sektor wisata di Harapan Jaya dapat berkembang lebih optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Perencanaan Perhutanan, Riski Umarta menjelaskan bahwa kerja sama antara Pokdarwis dan Tahura telah memberikan dampak positif bagi masyarakat tanpa mengabaikan fungsi konservasi kawasan hutan.

“Pokdarwis melakukan kerja sama dengan Tahura, namun kami meminta agar manfaatnya benar-benar menyentuh masyarakat dan dirasakan oleh semua pihak,” ungkapnya.

“Alhamdulillah, hal tersebut sudah terealisasi dan ke-depan kami berharap jangkauannya bisa semakin luas,” jelas Riski dalam sambutannya.

Menurutnya, sejak awal terdapat kekhawatiran terhadap potensi dampak aktivitas wisata terhadap kawasan konservasi. Karena itu, sinergi dengan pemerintah desa terus diperkuat agar pengelolaan wisata tetap berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan.

“Konservasi harus tetap diperhitungkan dan tidak boleh ada kerusakan. Karena itu, kami bekerja sama dengan desa supaya ada yang mempertanggungjawabkan apabila ada kendala, dan alhamdulillah hingga saat ini tidak ada dampak negatif terhadap konservasi,” tambahnya.

Dukungan terhadap pengembangan wisata juga datang dari Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung. Yuni, perwakilan BI, menyampaikan bahwa Desa Harapan Jaya menjadi salah satu desa binaan dalam program pengembangan pendukung pariwisata.

“BI memiliki program pengembangan pendukung pariwisata dan saat ini mendampingi dua desa. Harapan Jaya menjadi salah satunya berdasarkan rekomendasi dari Polinela. Kami ingin mendorong UMKM potensial agar dapat berkembang lebih lanjut serta menciptakan tata kelola pariwisata yang semakin maju,” jelas Yuni.

Selain Polinela, Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nusantara Tulang Bawang juga turut berkontribusi melalui program pendidikan, pelatihan, dan pendampingan masyarakat.

Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Harapan Jaya diharapkan mampu memberikan edukasi sekaligus membantu pengembangan kapasitas masyarakat.

Perwakilan pemerintah kecamatan yang diwakili Agus Susanto Kasi PMD menyampaikan pentingnya peningkatan kemampuan pemasaran bagi pelaku UMKM agar produk lokal mampu menembus pasar yang lebih luas.

“Selain pelatihan produksi, kami berharap masyarakat juga mendapatkan pelatihan pemasaran agar usaha yang dijalankan dapat berkembang. Produk-produk UMKM nantinya bisa masuk ke BUMDes dan dipasarkan melalui badan usaha desa,” ujarnya.

Penyerahan simbolis website Desa dan Kuliah gratis

Pada kesempatan tersebut, ITB Nusantara Tulang Bawang juga memberikan dukungan nyata berupa penyediaan website desa secara gratis selama tiga tahun serta program kuliah gratis bagi 10 warga Desa Harapan Jaya sebagai bentuk komitmen dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Tasyakuran yang berlangsung penuh keakraban itu menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, akademisi, dan lembaga pendukung dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga tanpa mengesampingkan kelestarian alam.(Asen/Red/PI).

Loading