Keluhan Warga Menguat, DPRD Gelar RDP Masalah Listrik di Lemo dan Pendreh

Patra News236 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM – (Muara Teweh) – DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Barito Utara dan pihak PLN menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait keluhan warga dari tiga desa, yakni Desa Lemo I, Desa Lemo II, dan Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah, mengenai ketidakstabilan jaringan listrik PLN di wilayah tersebut.

Rapat yang berlangsung di ruang rapat DPRD Barito Utara pada Kamis (20/11/2025) itu dipimpin Ketua Komisi II DPRD, H. Taufik Nugraha, S.Kom.

Hadir pula Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Barito Utara, Eveready Noor, S.E., sejumlah anggota DPRD, perwakilan PLN Muara Teweh, Kepala Desa Lemo II, Sekdes Lemo I, Kades Pendreh, serta perwakilan masyarakat dari ketiga desa tersebut.

Kades Lemo II, Ely Sukaesih, menyampaikan bahwa ketidak stabilan pasokan listrik terjadi sejak lama dan hingga kini belum terselesaikan.
Ia mengungkapkan, persoalan tersebut bahkan pernah dibawa ke DPRD pada tahun 2022, serta dikoordinasikan dengan PLN Banjarbaru. Warga meminta agar jalur listrik dari Desa Pendreh menuju Desa Lemo dipindahkan ke jalur Lemo seberang, namun belum ada tindak lanjut.

Selain sering padam tiba-tiba dalam durasi lama, masalah voltase yang tidak stabil juga merugikan masyarakat.

Sekdes Lemo I menambahkan bahwa listrik adalah kebutuhan vital.
“Jika PLN padam atau voltase turun, semua ikut lumpuh, termasuk jaringan internet dan PDAM,” ujarnya.

Dari Desa Pendreh, Kades setempat menyoroti perlunya pembenahan akses jalan yang dilalui kabel PLN. Menurutnya, jalan yang lebih layak akan memudahkan petugas melakukan pengecekan lapangan ketika terjadi gangguan.

Masyarakat berharap, meski pemindahan jalur membutuhkan proses dan biaya besar, PLN dapat menyediakan solusi jangka pendek untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi sehari-hari, seperti yang disampaikan oleh perwakilan warga lemo, Surian Sukma.

Perwakilan PLN Muara Teweh, H. Muhamad Haris, membenarkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir memang sering terjadi pemadaman mendadak. Ia menjelaskan bahwa penyebab utamanya adalah pohon atau dahan yang mengenai kabel listrik.

“PLN akan segera melakukan pengecekan dan pembenahan di lapangan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut di atas, anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman menyampaikan
bahwa kondisi tiang maupun kabel listrik itu sudah tidak layak,
banyak yang keropos  dan berpotensi menjadi sumber gangguan yang terus berulang.

“Tidak ada alasan lain selain pemindahan. Usia tiang maupun kabel listrik itu sudah tidak layak, sudah hampir 35 tahun sejak pemasangan awal sekitar  tahun 1990,” tegasnya.

Ia menjelaskan  sementara kabel yang digunakan berukuran kecil karena disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pada masa itu.
tiang maupun kabel listrik itu sudah tidak layak,
Dengan pertumbuhan penduduk dan peningkatan kebutuhan listrik, jaringan lama sudah tidak mampu lagi menopang beban distribusi secara optimal.

Kendati pemindahan jalur menjadi solusi utama, Patih Herman tetap mendorong adanya langkah cepat dari PLN berupa perawatan dan pemeliharaan sementara.

“Penanganan jangka pendek seperti pembersihan, perbaikan jaringan, serta pemeliharaan sangat penting dilakukan agar tidak ada pohon atau dahan yang menimpa kabel listrik, terutama pada musim hujan,” ujarnya.

Ia menilai langkah-langkah tersebut penting untuk meminimalisasi pemadaman mendadak yang selama ini dikeluhkan warga.

Patih  juga menyampaikan pandangannya bahwa jalur baru melalui Lemo seberang jauh lebih efisien dibandingkan jalur yang digunakan sekarang.

“Malah menurut saya lebih efisien dari Lemo seberang daripada jalur saat ini, dengan menggunakan kabel lumayan lebih  panjang,” katanya

Ia berharap, penilaian efisiensi tersebut dapat menjadi pertimbangan serius pihak PLN dalam proses pemindahan jaringan listrik.

Selaku wakil rakyat dia menaruh harapan besar kepada PLN Unit Induk Distribusi Kalselteng di Banjarbaru agar segera mengambil langkah konkret.

“Harapan saya, pihak PLN Unit Induk Distribusi Kalselteng di Banjarbaru dapat segera merealisasikan apa yang menjadi keinginan masyarakat tiga desa tersebut,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa keluhan warga sudah berlangsung bertahun-tahun sehingga percepatan langkah perbaikan dan pemindahan jalur sangat dinantikan.

Dalam RDP tersebut, disepakati beberapa poin penting:
1 Pihak PLN akan memperbaiki pelayanan.
2. DPRD dan pemerintah Daerah meminta kepada pihak PLN, unit induk distribusi Kalselteng untuk segera memindah jalur listrik dari desa pendreh ke desa Lemo melalui jalur bukit bambu kelurahan Jingah ( Lemo seberang) kedesa Lemo 1 dan Lemo 2.
3. Penambahan jaringan listrik di desa lemo 1 menuju jalan lintas Provinsi.

Ketua Komisi II, H. Taufik Nugraha, menegaskan bahwa kesimpulan ini menjadi dorongan kuat bagi PLN Banjarbaru untuk mempercepat perbaikan pelayanan dan proses pemindahan jalur listrik sebagaimana yang diharapkan masyarakat tiga desa tersebut.

“Harapan kita, keluhan warga dapat segera ditangani dan ada langkah nyata dalam waktu dekat,” pungkasnya.
(Anti/Red/PI)​

Loading