Kasus Dugaan Penganiayaan Siswa di Pesawaran, Empat Saksi Diperiksa di Polda Lampung

Patra News239 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa di Kabupaten Pesawaran yang sebelumnya menyita perhatian publik kini memasuki tahap perkembangan baru.

Setelah sempat memanas dan menuai sorotan dari berbagai pihak, aparat penegak hukum mulai mengambil langkah lanjutan dengan memanggil 4 (empat) saksi untuk dimintai keterangan di Polda Lampung.

Menurut keluarga korban, pihaknya saat ini berada di Polda Lampung yang mana beberapa saksi telah dimintai keterangan.

“Kami berangkat bersama korban dan empat saksi ke Polda Lampung,” ujar Dedi.

Pemanggilan saksi tersebut dilakukan guna mendalami kronologi kejadian serta mengungkap fakta-fakta yang berkaitan dengan dugaan tindak kekerasan yang dialami korban. Hingga saat ini, proses pemeriksaan masih berlangsung dan pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait hasil penyelidikan tersebut.

Sementara itu, Kepala Sekolah tempat korban menimba ilmu, yang berinisial Rt, memberikan penjelasan kepada awak media terkait posisi pihak sekolah dalam perkara ini. Ia menegaskan bahwa hingga kini pihak sekolah belum menerima tembusan resmi ataupun informasi langsung dari keluarga korban.

“Selama ini anak tersebut tetap masuk sekolah dan mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa, termasuk mengikuti ujian,” ujar Rt kepada awak media.

Saat ditanya mengenai sudut pandangnya terkait adanya dugaan pemukulan terhadap siswanya, Rt menyampaikan bahwa peristiwa tersebut diduga terjadi di luar lingkungan sekolah. Oleh sebab itu, menurutnya, persoalan tersebut bukan menjadi kewenangan pihak sekolah.

“Kalau memang ada upaya hukum atau langkah lain yang akan ditempuh, silakan saja. Kami dari pihak sekolah tidak ikut campur karena kejadiannya di luar sekolah,” tegasnya.

Masyarakat pun berharap agar pihak kepolisian, khususnya Polda Lampung, dapat menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan tuntas. Penegakan hukum yang tegas dinilai penting sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi hak-hak anak serta mencegah terulangnya kasus serupa di kemudian hari.

Kasus dugaan penganiayaan siswa di Pesawaran ini masih menjadi perhatian luas publik. Masyarakat berharap proses hukum dapat berjalan secara objektif dan adil, serta menjadi pengingat bahwa segala bentuk kekerasan terhadap anak merupakan pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi.(Asn/Red/PI).

Loading