oleh

Kasus Cacing di Menu MBG Hanura Telah Usai, Pengawasan dan Evaluasi Diperkuat

PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Kasus ditemukannya cacing dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, dipastikan telah diselesaikan oleh pihak terkait. Penanganan cepat dilakukan guna memastikan kegiatan program tetap berjalan dan kepercayaan penerima manfaat tetap terjaga.

Pihak UPT Puskesmas Hanura menjelaskan bahwa peran mereka tetap berfokus pada pengawasan kualitas air sesuai rekomendasi Dinas Kesehatan. Dalam setiap peninjauan, selain memastikan standar air terpenuhi, petugas juga memberikan edukasi dan arahan kepada pengelola agar menjaga kebersihan dalam proses pengolahan makanan.

Dari pihak sekolah, diwakilkan Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) menyampaikan bahwa makanan yang bermasalah telah diganti dan pihak penyedia MBG telah menyampaikan permohonan maaf. Sekolah menilai langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab cepat, sekaligus berharap ke depan koordinasi antar pihak semakin diperkuat.

Baca Sebelumnya: https://patraindonesia.com/heboh-cacing-bersarang-di-menu-mbg-teluk-pandan-kualitas-program-dipertanyakan/

Sementara itu, Rifki Iqbal mewakili dapur MBG menegaskan bahwa prosedur kerja telah dijalankan dan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi internal. Teguran telah diberikan kepada petugas yang lalai sebagai bentuk penegakan disiplin.

Rifki Iqbal juga menekankan bahwa higienitas dan kualitas makanan tetap menjadi prioritas utama demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.

Masih Rifki, ia memberikan klarifikasi terkait evaluasi kinerja atas adanya dugaan kelalaian dalam pelayanan di dapur MBG Teluk Pandan, Jumat (24/04/2026).

“Ke depan, kami berkomitmen untuk memperbaiki sistem kerja, meningkatkan kedisiplinan, serta memperketat pelaksanaan standar operasional di dapur MBG Teluk Pandan. Langkah-langkah perbaikan akan difokuskan pada peningkatan pengawasan, koordinasi antar tim, serta evaluasi rutin guna memastikan pelayanan berjalan optimal dan sesuai harapan,” ujarnya.

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan masukan, arahan, serta melakukan pengawasan. Dukungan tersebut sangat berarti dalam proses perbaikan yang dilakukan.

“Kami berharap ke depannya hubungan koordinasi yang baik dapat terus terjaga, sehingga tercipta sinergi yang kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan di dapur MBG Teluk Pandan,” jelas Rifki Iqbal.

Diperkuat pula dengan penjelasan Rian selaku kepala dapur,  ia telah memberikan klarifikasi bahwa saat ini telah dilakukan evaluasi besar besaran, dari mulai penerangan hingga pekerja, ia juga saat kejadian masih rapat di Bandar Lampung selama dua hari.

“Saat kejadian saya berada di Bandar Lampung dalam rangka kordinasi tentang pengisian tower untuk BGN, namun asisten kami sudah langsung gerak cepat ke Sekolah tersebut, asiaten lapangan juga sudah meminta maaf,” kata Rian.

“Sekarang sudah melakukan perbaikan, evaluasi besar besaran dan memberikan sanksi terhadap pekerja,” ujarnya.

Terpisah, Muhammad Ali, SH., MH., praktisi hukum menilai penyelesaian yang dilakukan sudah tepat sebagai langkah awal, namun tetap diperlukan penguatan konsep dalam pelaksanaan program. Ia menekankan pentingnya standar operasional yang jelas, sistem pengawasan berlapis, serta mekanisme pertanggungjawaban agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kita jaga bersama program pemerintah pusat dan tidak boleh lagi ada persoalan yang fatal dalam penu makanan MBG,” pungkasnya.

Dengan penyelesaian yang telah dilakukan, seluruh pihak diharapkan dapat terus meningkatkan koordinasi dan pengawasan, sehingga program MBG dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.(Asen/Red/PI).

Loading

Komentar

Tinggalkan Balasan