oleh

Heboh..! Cacing Bersarang di Menu MBG Teluk Pandan, Kualitas Program Dipertanyakan

-Nasional-106 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi pelajar, justru menuai sorotan tajam di Kabupaten Pesawaran. Pasalnya, ditemukan adanya cacing pada menu makanan yang dibagikan kepada siswa di SMA Negeri 1 Padang Cermin, Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Lampung.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (23/04/2026), saat para siswa hendak menyantap makanan yang telah didistribusikan. Salah satu siswa kemudian menemukan adanya cacing yang diduga bersarang pada sayuran dalam menu tersebut. Temuan itu pun langsung direkam dalam video singkat dan beredar luas di media sosial.

Dalam video yang viral, terdengar komentar bernada sindiran dari siswa yang menyebut temuan tersebut sebagai “peliharaan baru”, mencerminkan kekecewaan sekaligus keprihatinan atas kualitas makanan yang diterima.

Kejadian ini sontak memicu reaksi dari masyarakat, khususnya para orang tua siswa dan pemerhati pendidikan. Mereka mempertanyakan standar kebersihan, pengolahan, hingga pengawasan dalam pelaksanaan program MBG di lapangan.

Program yang seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi, justru dinilai berpotensi membahayakan kesehatan jika tidak dikelola dengan baik.

Terpisah, Ketua SMSI Kabupaten Pesawaran, Eri Novrizal, menegaskan bahwa seluruh pihak yang memiliki kewenangan harus segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelaksanaan MBG di daerah tersebut.

“Program ini niatnya sangat baik, namun pelaksanaannya tidak boleh asal jalan. Jika berulang kali terjadi kelalaian fatal, maka pihak berwenang wajib bertindak tegas demi melindungi siswa sebagai penerima manfaat,” tegas Eri Novrizal, Kamis (23/04/2026).

Menurutnya, pihak yang memiliki kewenangan seperti Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, dinas terkait, kepala sekolah, hingga instansi pengawas kesehatan harus segera melakukan pemeriksaan terhadap vendor, dapur penyedia, distribusi, serta standar kualitas makanan.

Hasil dari pemeriksaan juga harus diinformasikan secara terbuka untuk menghindari penyalah gunakan wewenang, terutama dalam melakukan penindakan sesuai SOP dengan aturan yang tertera.

Ditempat terpisah, Ketua SMSI Pesawaran menilai kepala sekolah juga memiliki hak moral dan tanggung jawab untuk menolak pembagian makanan apabila ditemukan kondisi yang diduga tidak layak konsumsi.

“Jangan tunggu ada korban. Kalau makanan diragukan kualitasnya, lebih baik dihentikan sementara dan dievaluasi total,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila ditemukan pelanggaran berulang atau adanya unsur kelalaian berat, maka pelayanan vendor atau dapur penyedia sangat layak dihentikan sementara sampai seluruh persoalan dibenahi.

SMSI Pesawaran juga meminta masyarakat, orang tua murid, dan media terus mengawasi jalannya program MBG agar tujuan mulia peningkatan gizi siswa tidak berubah menjadi keresahan publik.

“Anak-anak sekolah bukan objek percobaan. Mereka harus menerima makanan yang sehat, aman, bergizi, dan layak konsumsi,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti munculnya cacing dalam menu makanan tersebut.

Pihak media PatraIndonesia.com tetap membuka ruang klarifikasi dari seluruh pihak terkait demi menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi informasi.(Asen/Red/PI).

Loading

Komentar

Tinggalkan Balasan