PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Semangat pelestarian alam dan kebersamaan lintas desa mengemuka dalam kegiatan tasyakuran sedekah bumi yang digelar di rumah panggung Sekretariat SHK Lestari di Dusun A Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Lampung, Kamis (30/04/2026).
Acara ini mempertemukan unsur petani dari berbagai desa, seperti Desa Hanura, Desa Sidodadi, Desa Hurun, dan Muncak Muncak, dengan Desa Cilimus bertindak sebagai koordinator,
Dalam kegiatan tersebut, telah disepakati penandatanganan kerja sama kemitraan antara kehutanan dan petani Gapoktan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga hutan tetap lestari.

Dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Ketua WALHI, staf ahli pemerintah daerah, Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Kepala UPTD Tahura Wan Abdul Rahman, hingga perwakilan organisasi seperti Yayasan Flag, PKBI, GAPOKTAN, dan Lembaga Kawan Kami.
Hadir pula kepada desa Cilimus, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta perwakilan desa yang menjadi bagian penting dalam pengelolaan kawasan hutan berbasis masyarakat dan ratusan petani yang berada di desa tersebut.
Dalam sambutannya, perwakilan WALHI menekankan pentingnya menjaga hutan sebagai bagian dari upaya memelihara keseimbangan ekosistem. Ia menyebut bahwa hutan yang dikelola dengan baik akan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
“Kita arus menjaga hutan, setidaknya hutan yang dikelola bisa lebih baik untuk memelihara ekosistem yang ada,”ujarnya Irfan Tri Mursi,
Momentum tasyakuran ini juga menandai penguatan kemitraan konservasi antara masyarakat dengan UPTD KPHK Tahura Wan Abdul Rahman. Disebutkan bahwa izin pengelolaan hutan telah resmi terbit, menjadi landasan hukum bagi masyarakat dalam mengelola kawasan secara lestari.

Ketua GAPOKTAN, Agus Guntoro, menjelaskan bahwa sistem pengelolaan yang diterapkan mencakup pengolahan lahan ramah lingkungan, pengelolaan hasil hutan bukan kayu, serta pengamanan dan pengendalian kawasan hutan yang menjadi dasar kesepakatan perjanjian.
“Mari kita konsisten dengan poin-poin yang sudah disepakati terkait kemitraan,”tegasnya.
Dari tingkat provinsi, perwakilan Gubernur Lampung yang diwakili Sekretaris Dinas Kehutanan menyampaikan bahwa proses menuju penandatanganan naskah perjanjian kemitraan bukanlah hal mudah dan memerlukan perjuangan panjang dari berbagai pihak.
“Sampai di titik ini tidak mudah hingga akhirnya naskah perjanjian dapat ditandatangani,”ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kemitraan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan di wilayah Lampung.
Sementara itu, selaku perwakilan pemerintah daerah kabupaten Pesawaran menyampaikan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran terhadap kegiatan tersebut. Dukungan ini dinilai sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong pengelolaan hutan berbasis masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Pesawaran mendukung penuh adanya kegiatan ini,” ujarnya mewakili Bupati Pesawaran.
Seusai doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengen pemotongan tumpeng dan diberikan kepada beberapa tamu yang hadir, kemudian penyerahan sedekah bumi kepada masyarakat. Penyerahan bibit
Melalui tasyakuran sedekah bumi ini, masyarakat tidak hanya merawat tradisi, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menjaga hutan sebagai sumber kehidupan yang berkelanjutan.(Asen/Red/PI).
![]()













