FORHATI Gelar Rapat Pleno Nasional, Bahas Program Perempuan Menuju Indonesia Emas 2045

Organisasi687 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM, (JAKARTA) –Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Nasional menggelar Rapat Pleno Nasional di Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2025). Pertemuan ini difokuskan untuk memperkuat koordinasi internal sekaligus mematangkan program strategis organisasi perempuan tersebut dalam menyongsong agenda Indonesia Emas 2045.

Rapat yang berlangsung di KAHMI Centre, Kebayoran, itu dihadiri jajaran pimpinan dan pengurus FORHATI Nasional lintas bidang. Selain menjadi forum konsolidasi, rapat pleno juga dimanfaatkan untuk menilai efektivitas program yang telah berjalan dan menyusun prioritas kerja ke depan.

Koordinator Presidium FORHATI Nasional, Anita Ariyani, menilai penguatan peran perempuan menjadi elemen penting dalam pembangunan jangka panjang nasional. Menurut dia, FORHATI berkomitmen mendorong lahirnya kepemimpinan perempuan yang adaptif terhadap perubahan sosial dan kebijakan.

“FORHATI memiliki tanggung jawab untuk melahirkan kepemimpinan perempuan Muslimah yang profesional dan berdaya saing, tanpa meninggalkan nilai keislaman dan kebangsaan,” kata Anita.

Ia mengungkapkan, FORHATI saat ini menjalankan peta jalan program lima tahunan yang menitikberatkan pada penguatan swasembada pangan berbasis perempuan, percepatan penanganan stunting melalui penguatan keluarga, serta pengembangan seni dan budaya sebagai fondasi karakter generasi muda.

Dalam sektor pangan, FORHATI mulai membangun kolaborasi dengan Wanita Tani HKTI, organisasi perempuan di bawah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Kerja sama ini diarahkan untuk memperluas keterlibatan perempuan dalam kegiatan pertanian produktif.

Anita Ariyani sebagai koordinator presidium Forhati nasional (Foto: PATRAINDONESIA)

“Pelibatan perempuan dalam pertanian menjadi bagian penting dari program swasembada pangan FORHATI. Kolaborasi ini juga kami sesuaikan dengan arah kebijakan pemerintah,” ujar Anita, yang juga menjabat Ketua Umum Wanita Tani HKTI.

Selain membahas program, rapat pleno turut mengevaluasi sejumlah kerja sama yang telah dijalin FORHATI Nasional dengan berbagai pihak. Beberapa nota kesepahaman disebut masih memerlukan percepatan implementasi di lapangan.

“Kami meninjau kembali MoU yang ada. Beberapa belum berjalan maksimal dan itu menjadi fokus kami ke depan,” kata Anita.

Di sisi lain, Ketua Panitia Rapat Pleno FORHATI Nasional sekaligus Ketua Bidang Seni dan Budaya FORHATI Nasional, Encop Sophia, menyebut rapat pleno menjadi ruang penting untuk memastikan arah organisasi tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat.

“Forum ini menjadi kesempatan untuk menyamakan persepsi antarbidang, sekaligus memperkuat peran FORHATI dalam isu-isu strategis, termasuk penguatan seni dan budaya,” ujar Encop.

Ia menambahkan, pendekatan budaya dipandang relevan untuk membangun ketahanan sosial dan memperkuat nilai kebangsaan di tengah tantangan global.

Melalui rapat pleno tersebut, FORHATI Nasional menegaskan langkahnya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia perempuan, sekaligus memperkuat posisi perempuan sebagai aktor penting pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Loading