PATRAINDONESIA.COM (JAKARTA) – Dewan Pimpinan Pusat Pro Jurnalismedia Siber (DPP PJS) menegaskan kemerdekaan pers harus dibarengi kompetensi dan integritas. Pernyataan itu mengemuka saat organisasi menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ketua Umum DPP PJS Mahmud Marhaba mengatakan, kemerdekaan bukan seremoni. Ia adalah amanah yang wajib diisi melalui kerja nyata insan pers.
“81 tahun Indonesia merdeka. Saatnya mengisi dengan kompetensi, profesionalisme, integritas dan kerja nyata,” kata Mahmud dalam rilis, Minggu (17/8/2026).
Mengusung tema “Kemerdekaan adalah Amanah, Pers adalah Tanggung Jawab,” PJS mendorong wartawan siber meningkatkan kualitas. Kebebasan pers, kata dia, harus berpijak pada etika dan tanggung jawab.
PJS menilai tantangan jurnalistik digital makin kompleks. Karena itu penguatan kompetensi menjadi kunci membangun ekosistem pers siber yang kredibel.
Semangat itu mengacu pada hasil Munas III PJS. Forum tertinggi organisasi itu disebut sebagai titik awal penguatan arah perjuangan.
“Munas III telah menjadi titik awal. Perjuangan berikutnya adalah membuktikan,” tegas Mahmud.
PJS mengingatkan, kemerdekaan tanpa tanggung jawab berpotensi melahirkan disinformasi. Sebaliknya, integritas akan menjaga kepercayaan publik terhadap pers.
Di usia 81 tahun RI, PJS mengajak wartawan mengisi kemerdekaan bukan dengan senjata, melainkan lewat pena, data, fakta, dan keberanian menyajikan kebenaran.
“Dirgahayu RI ke-81. Merdeka! PJS Rumah Kita, Salam Kompeten,” pungkasnya. (DPP PJS/Amar/Red/PI).
![]()







