Dishub Barsel Pantau 4 Titik Jalan Trans Kalimantan Digenangi Banjir

Pemerintah903 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (BUNTOK) – Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Selatan (Dishub Barsel) Kalimantan Tengah melaksanakan pemantauan di 4 (empat) titik Jalan Trans Kalimantan yang digenangi air akibat meningginya debit air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito di sepanjang musim penghujan di pertengahan Bulan April 2025.

Empat titik Jalan Trans Kalimantan yang dipantau Dishub Barsel tersebut, yakni, Daerah Rubang, Desa Lembeng Atas, Wukur Nanakan di sekitar Tikungan 7 (tujuh) Nyawa dan Desa Kalahien di depan Masjid Al Ashar, Kecamatan Dusun Selatan kabupaten setempat, Rabu (20/04/2025) pukul 08.45 WIB hingga selesai.

Pemantauan 4 (empat) titik jalan dimaksud tersebut di atas, guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan dan memastikan di sejumlah titik bisa dilewati para pengguna jalan.

“Agar arus lalu lintas berlangsung lancar tanpa ada kemacetan dan berlangsung aman terkendali,” ujar Kepala Dishub Barsel Joni Priawan kepada media ini, melalui telepon seluler via pesan singkat WhatsApp.

Dijelaskan dia, berdasarkan hasil analisa dan evaluasi pihaknya, setiap momen air banjir yang diakibatkan dari meluapnya DAS Barito tersebut, sudah menjadi trend yang biasa di wilayah kabupaten setempat.

“Sehingga menimbulkan rentetan antrian panjang kendaraan terutama penguna kendaraan yang masuk melintas di wilayah sejumlah titik badan jalan yang tergenang air,” jelas dia.

Tidak hanya itu saja sambung dia, pada 4 (empat) titik jalan perihal dimaksud tersebut, juga berpotensi mengalami kerusakan atau erosi karena arus air yang menggenangi badan jalan cukup deras.

Oleh sebab itu, dirinya juga mengimbau bagi pengguna jalan yang akan melintas Jalan Trans Kalimantan Buntok – Kalahien dengan tujuan Buntok – Palangka Raya atau sebaliknya, memastikan informasi yang akurat mengenai perjalanan.

“Agar tidak terjadi Lost Time atau waktu terbuang/hilang. Oleh sebab itu sebelum berangkat perjalanan mencari informasi mengenai meninggi tidaknya debit air di Das Barito,” demikian pungkas Joni Priawan. (Amar Iswani/Red/PI).

Loading