Bank Raya Catat Lonjakan Laba Kuartal I-2025, Dorong Pertumbuhan Lewat Inovasi Kredit Digital

Ekonomi837 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM – PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO), entitas anak dari BRI Group, kembali mencatatkan kinerja impresif pada kuartal pertama 2025.

Memanfaatkan sinergi dengan ekosistem BRI dan akselerasi layanan digital, Bank Raya berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp16,92 miliar, tumbuh 84,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

BACA JUGA :BNI Mantap Dukung Indonesia Capai Net Zero Emissions 2060, Ini Strateginya

Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga yang naik 12,6 persen menjadi Rp286,93 miliar. Pendapatan bunga dari sektor kredit menjadi penyumbang terbesar, naik 17,35 persen (yoy) ke angka Rp203,98 miliar.

Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, menilai pencapaian ini sebagai cerminan dari strategi bisnis digital yang terus berkembang secara eksponensial. “Kredit digital kami pada kuartal pertama 2025 tumbuh signifikan, mencapai Rp6,3 triliun atau meningkat 63,9 persen dibandingkan tahun lalu. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital kami yang cepat, ringkas, dan tepat sasaran,” ujar Bagus dalam keterangannya, Selasa (30/4/2025).

Aset dan Kredit Tumbuh, Digitalisasi Jadi Kunci

Total aset Bank Raya tercatat sebesar Rp13,35 triliun, naik 9 persen secara tahunan. Kredit yang disalurkan tumbuh 8,7 persen menjadi Rp7,34 triliun, dengan outstanding kredit digital melonjak hingga 78,5 persen menjadi Rp2,36 triliun.

Beberapa produk digital menjadi motor pertumbuhan, seperti Pinang Dana Talangan, pinjaman produktif bagi Agen BRILink dan Pegadaian yang disalurkan hingga Rp5,43 triliun. Outstanding produk ini naik 66,4 persen menjadi Rp704,08 miliar. Sementara itu, Pinang Flexi, pinjaman multiguna untuk karyawan, tumbuh pesat 189,4 persen menjadi Rp991,03 miliar. Pinang Maksima, yang ditujukan untuk pelaku usaha, juga naik 136,4 persen menjadi Rp549,57 miliar.

Kinerja Keuangan Membaik, Risiko Terkendali

Bank Raya juga mencatat perbaikan rasio keuangan utama. Net Interest Margin (NIM) meningkat menjadi 4,87 persen, naik dari 4,29 persen pada periode yang sama tahun lalu. Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) juga membaik masing-masing menjadi 0,52 persen dan 2,11 persen.

Kualitas aset terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) gross turun menjadi 3,70 persen, sementara NPL net membaik ke 1,40 persen. Di sisi likuiditas, LDR tercatat di level aman 87,78 persen. Sementara itu, LCR dan NSFR masing-masing mencapai 351,18 persen dan 153,44 persen, jauh di atas ambang batas regulator.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga dan Inovasi Produk Digital

Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 3,9 persen menjadi Rp8,36 triliun. Dana murah berbasis digital (digital saving) menjadi penopang utama, tumbuh 55,03 persen menjadi Rp1,4 triliun. Fitur-fitur inovatif seperti Saku Bujet, Saku Bisnis, dan Saku Pintar dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam pengelolaan keuangan sehari-hari.

BACA JUGA : BUMN Dukung Prestasi Olahraga Indonesia dari Sepak Bola Hingga Angkat Besi

Sepanjang kuartal pertama tahun ini, Bank Raya juga meluncurkan sejumlah fitur baru dalam aplikasi Raya App, termasuk fitur Zakat dan Donasi, QRIS Bisnis, hingga BRIFine untuk perencanaan dana pensiun.

Dorong ESG dan Keberlanjutan Lewat Kredit UMKM

Tak hanya berfokus pada kinerja keuangan, Bank Raya turut memperkuat komitmennya terhadap prinsip environmental, social, and governance (ESG). Penyaluran kredit ke sektor usaha berkelanjutan naik menjadi Rp2,97 triliun di 2024. Perseroan juga berhasil mengurangi jejak karbon dengan penghematan air hingga 8,47 persen dan penurunan konsumsi BBM sebesar 29,04 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sinergi Ekosistem dan Visi ke Depan

Bank Raya aktif memperluas kolaborasi bisnis dengan berbagai mitra, termasuk Mekari Talenta dan APP Group, serta menghadirkan solusi digital seperti payroll digital dan invoice financing. “Kami akan terus memperkuat sinergi dengan BRI Group dan ekosistem digital untuk memperluas jangkauan, sekaligus meningkatkan awareness masyarakat terhadap kemudahan produk Bank Raya,” ujar Bagus.

Sebagai digital attacker dalam industri perbankan nasional, Bank Raya menegaskan posisinya lewat inovasi produk dan layanan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah masa kini.

Loading