Antisipasi DBD dan Malaria, Desa Gebang Gelar Fogging di Gebang Hilir

Patra News226 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Pemerintah Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, bersama Puskesmas Hanura melakukan pengasapan atau fogging di Dusun Gebang Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Lampung Senin (24/8/2026).

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi penyebaran demam berdarah dengue (DBD) dan malaria yang mulai dikeluhkan masyarakat.

Kegiatan fogging menyasar wilayah RT 005 dan RT 002 Dusun Gebang Hilir. Pelaksanaannya didampingi pihak Puskesmas Hanura, di antaranya BPK Dody dan BPK Alan, serta Kepala Desa Gebang bersama jajaran aparatur desa.

Langkah tersebut dilakukan setelah adanya laporan dari salah seorang warga Dusun Gebang Hilir RT 005 yang menjalani perawatan di RS Restu Bunda. Berdasarkan laporan dari pihak rumah sakit, warga tersebut dinyatakan mengalami gejala DBD dan diminta agar kondisi tersebut ditindaklanjuti oleh pemerintah desa.

Menindaklanjuti laporan itu, Anik Rekayani Kepala Desa Gebang kemudian berkoordinasi dengan Puskesmas Hanura. Hasil koordinasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pelaksanaan fogging pada Senin (24/8/2026).

“Mengetahui hal tersebut kami langsung berkoordinasi dengan puskesmas dan melakukan fogging,” ujarnya.

Kekhawatiran pemerintah desa tidak hanya berkaitan dengan kasus DBD. Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah desa, sejumlah warga di wilayah Desa Gebang, mulai dari Dusun I hingga Dusun VI, juga dilaporkan mengalami malaria.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena penyakit DBD maupun malaria sama-sama berkaitan dengan keberadaan nyamuk sebagai vektor penular. Karena itu, selain penanganan melalui fogging, masyarakat dinilai perlu meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.

Kepala Desa Gebang mengimbau masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan kegiatan fogging, tetapi juga aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan masing-masing.

“DBD bukan tanggung jawab satu orang, melainkan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, mari kita lakukan 3M, yaitu menutup tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air,” imbaunya.

Selain upaya pemberantasan sarang nyamuk, masyarakat yang berada di wilayah dengan kasus malaria juga disarankan menggunakan kelambu saat tidur sebagai salah satu langkah untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk.

Pemerintah Desa Gebang berharap keterlibatan masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam memutus rantai penyebaran penyakit. Kebersihan lingkungan, pengelolaan tempat penampungan air, serta kewaspadaan terhadap gejala penyakit dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika kasus mulai muncul.

Dengan adanya koordinasi antara pemerintah desa, fasilitas kesehatan dan masyarakat, langkah pencegahan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sehingga potensi peningkatan kasus DBD maupun malaria di Desa Gebang dapat ditekan.(Asen).

Loading