PATRAINDONESIA.COM (Mojokerto) – Sebuah bencana longsor terjadi di jalur Cangar yang menghubungkan Mojokerto dan Batu, tepatnya di bawah Coban Watu Ondo, Kamis (3/4/2025) siang. Longsoran tanah dan batu yang datang secara tiba-tiba saat hujan lebat mengguyur, menutup seluruh badan jalan dan memakan korban jiwa.
Longsor ini terjadi pada sekitar pukul 13.00 WIB, saat sejumlah kendaraan sedang melintas. Tanah dan batu besar menghantam kendaraan yang melintas dan langsung menutup jalur utama.
Kejadian ini menyebabkan beberapa kendaraan tertimbun longsoran tanah, dengan korban tewas yang ditemukan saat evakuasi.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Subroto, menjelaskan bahwa upaya evakuasi segera dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD Kabupaten Mojokerto dan Kota Batu. “Kami sudah menerjunkan alat berat dan tim penyelamat ke lokasi sejak kejadian, dan koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan,” katanya, Mojokerto, (4/04/2025).
Hingga Jumat (4/4/2025) siang, total korban yang ditemukan mencapai 10 orang. Tujuh orang di antaranya adalah penumpang mobil Inova yang tertimbun longsoran tanah. Satu korban berhasil dievakuasi pada Rabu malam, sementara enam korban lainnya baru berhasil dievakuasi hari ini dan dibawa ke Rumah Sakit Batu.
Tiga korban lainnya merupakan penumpang pikap yang juga tertimbun longsoran di lokasi yang sama. Mereka dibawa ke Rumah Sakit Sumber Glagah, Mojokerto untuk penanganan lebih lanjut.
Berikut adalah daftar korban yang berhasil diidentifikasi oleh posko gabungan tanah longsor Cangar:
Mobil Inova Ribon (Desa Klopo, Sukodono, Sidoarjo):
- Rani Anggrainy (28)
- H. Wahyudi (71)
- Hj. Jainah (61)
- Syahrul Nugroho (6)
- Putri Qiana Ramadhani (2)
- Sauda (70).
Mobil Pick Up (S 9137 NI) (Desa Jatijejer, Trawas, Mojokerto):
- Fitria Handayani (30)
- Ahmad Fiki Muzaki (30)
- Mikaila FZ (3)
Proses evakuasi masih berlangsung dengan melibatkan alat berat dan tenaga penyelamat. Namun, medan yang sulit dan kondisi cuaca yang tidak mendukung membuat proses evakuasi berjalan lambat. Beberapa wilayah terisolir juga menambah tantangan bagi tim penyelamat.
Bencana longsor yang terjadi mendadak ini mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu memantau kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan, terutama saat memasuki kawasan rawan longsor.
“Bencana longsor bisa datang tanpa tanda-tanda. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk, seperti membawa perlengkapan darurat dan mengikuti peringatan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG,” ujar Gatot Subroto.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk memilih jalur yang aman dan menghindari perjalanan di daerah rawan bencana saat cuaca buruk. Pihak BPBD juga akan terus memberikan informasi terbaru terkait situasi di lapangan dan langkah-langkah yang perlu diambil.(Ikhwanudin/Red/PI).
![]()

