PATRAINDONESIA.COM (Jakarta) – Selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pola perjalanan masyarakat menunjukkan peningkatan signifikan pada pemanfaatan stasiun-stasiun terintegrasi di wilayah penyangga ibu kota. Stasiun Bekasi dan Stasiun Jatinegara menjadi titik transit penting karena menghadirkan konektivitas langsung antara kereta api jarak jauh dan Commuter Line, sehingga memudahkan pelanggan dalam melakukan perjalanan selama periode libur akhir tahun.
Berdasarkan data KAI Daop 1 Jakarta, pada periode 18 hingga 26 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 32.470 pelanggan berangkat menggunakan kereta api jarak jauh dari Stasiun Jatinegara, dengan jumlah kedatangan mencapai 68.956 pelanggan. Sementara itu, Stasiun Bekasi melayani 82.355 pelanggan berangkat dan 90.385 pelanggan tiba dengan kereta api jarak jauh. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat menjadikan stasiun terintegrasi sebagai alternatif perjalanan yang praktis dan mudah dijangkau.
Keberadaan Stasiun Bekasi dan Jatinegara juga semakin memperkuat fungsinya sebagai stasiun penyangga bagi Stasiun Gambir dan Pasarsenen. Integrasi layanan memungkinkan pelanggan memanfaatkan Commuter Line untuk menuju stasiun keberangkatan kereta api jarak jauh, sekaligus membantu mengurai kepadatan penumpang di stasiun utama Jakarta pada periode puncak Nataru.
Tingginya aktivitas penumpang Commuter Line turut memperlihatkan peran strategis kedua stasiun tersebut. Selama 18 hingga 25 Desember 2025, Stasiun Bekasi mencatat sebanyak 249.845 pelanggan masuk (gate in) dan 241.449 pelanggan keluar (gate out). Sementara di Stasiun Jatinegara, jumlah gate in tercatat 79.933 pelanggan dan gate out sebanyak 74.461 pelanggan.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa kemudahan integrasi antarlayanan menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan pola mobilitas masyarakat selama Nataru.
“Integrasi kereta api jarak jauh dengan Commuter Line di Stasiun Bekasi dan Jatinegara memberikan kemudahan akses, efisiensi waktu, serta kenyamanan bagi pelanggan. Hal ini turut mendukung pemerataan arus penumpang dari dan menuju Jakarta selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru,” jelas Franoto.
KAI Daop 1 Jakarta terus berkomitmen meningkatkan optimalisasi pengelolaan stasiun terintegrasi guna memastikan perjalanan kereta api yang aman, tertib, dan nyaman. Melalui penguatan konektivitas antarlayanan serta pengaturan arus penumpang yang baik, KAI berharap mobilitas masyarakat selama masa Nataru dapat berlangsung lancar dengan pengalaman perjalanan yang semakin baik. (Lucia/Red/PI)
![]()

