Saluran Tersier Rusak dan Tak Terawat 3 Tahun, Petani Minta Pemerintah Segera Bertindak!

Daerah862 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Barito Timur) Lanjutan dari pemberitaan sebelumnya terkait ancaman gagal panen akibat kekeringan, warga RT 01 Desa Sumber Garunggung, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur (Bartim) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menyoroti kondisi saluran Tasier yang mengalir dari Bendungan Karau.

Saluran tersebut kini dipenuhi lumpur dan gulma liar hingga menyebabkan air tidak dapat mengalir ke area persawahan masyarakat.

Warga menyebut kondisi ini sudah berlangsung selama kurang lebih tiga tahun tanpa adanya perbaikan maupun normalisasi dari pihak terkait. Akibatnya, para petani terus mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengairi sawah mereka.

“Sudah tiga tahun petani kesulitan air. Jangan sampai masuk tahun keempat masyarakat kembali gagal panen karena saluran tidak pernah diperbaiki,’ ungkap salah seorang warga.

Dalam video yang diterima, terlihat jelas aliran saluran Tasier mengalami pendangkalan dan dipenuhi rumput liar sehingga menghambat distribusi air menuju lahan pertanian warga.

Masyarakat meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan sebelum petani kembali mengalami gagal panen untuk tahun keempat berturut-turut.

Baca Sebelumnya: https://patraindonesia.com/lahan-pertanian-kering-petani-berpotensi-gagal-panen/

Adapun instansi yang dinilai memiliki kewenangan dan tanggung jawab terhadap persoalan tersebut di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bidang sumber daya air, pemerintah desa setempat, hingga instansi pengelola jaringan irigasi yang menangani saluran dari Bendungan Karau.

Selain berdampak pada hasil pertanian, kondisi tersebut juga dikhawatirkan mempengaruhi perekonomian masyarakat yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian.

Sebelumnya, warga juga mengeluhkan mulai mengeringnya lahan pertanian akibat minimnya pasokan air irigasi. Jika tidak segera ditangani, kerugian petani diperkirakan akan semakin besar dan mengancam produktivitas pertanian di wilayah Desa Sumber Garunggung. (Mardianto dan Kosnedi/Red/PI).


 

Loading