PATRAINDONESIA.COM (Tamiang Layang) – Ketua RT 01 Desa Sumber Garunggung, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur (Bartim) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan pengamat memberikan Apresiasi atas respon cepat melakukan perbaikan terkait irigasi yang sempat viral karena tidak tersalurkan.
Nayansah (RT01) didampingi Pengamat Daerah Irigasi Karau SKPD – OP Provinsi Kalimantan Tengah, Sudirman Pasaribu kepada Media Online Patraindonesia.com dan PATRA TV di Desa Sumber Garunggung menyampaikan ucapan terima kasih kepada media ini dan juga kepada pihak Pemerintah yang telah merespon cepat,
Ia merasa pemerintah sudah menjawab sekaligus melaksanakan aksi nyatanya dalam menanggulangi keluhan kami petani terkait gulma dan lumpur dalam saluran irigasi, sehingga saat ini kami meyakini dengan telah diangkatnya lumpur dan pembersihan gulma. Kedepannya tidak akan kekurangan air lagi, sehingga air masuk kedalam lahan melalui pintu tersier tercukupi.
“Hari Jumat (29/5/2026) kami memang telah menyampaikan keluhan melalui Media Online Patraindonesia.com dan PATRA TV, dan kini Minggu (14/6/2026) pihak Pemerintah telah realisasikan yang menjadi keluhan kami petani , respon cepat yang kurang dari 1 (satu) bulan kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih, baik kepada media maupun kepada Pemerintah,” ungkap Nayansah.

Sementara ditempat yang sama Pengamat Daerah Irigasi Karau, SKPD – OP Provinsi Kalimantan Tengah , Sudirman Pasaribu menyampaikan bahwa pihaknya selaku Pengamat Daerah Irigasi Karau dalam menanggulangi pembuangan lumpur dan gulma dari dalam saluran irigasi menggunakan 1 unit alat berat jenis Excavator, dan mengingat ketebalan lumpur hampir mencapai 50 centi meter jadi perkiraan butuh waktu menyampai 15 (lima belas) hari, itupun terkadang operator kita perintahkan lembur malam.
“Dalam mengatasi pembersihan saluran irigasi kami kerahkan alat berat jenis Excavator, dan perkiraan butuh waktu sekitar 15 hari,” terang Sudirman.
Dilanjutnya kegiatan ini memakai anggaran pemeliharaan, dan pengerjaannya secara swakelola tidak memakai rekanan, dan ini memang sudah di planning kan.
“Kegiatan ini memang sudah di planningkan, dan sebelumnya kami juga sudah melaksanakan pengangkatan lumpur dan gulma di titik yang lain, dan terkait pelaksanaanya ini secara swakelola,” ujarnya.
Media ini mencoba menggali penyebab dari mana sumber dan penyebab sampai lumpur diperkirakan mencapai 50 cm yang mengendap dalam saluran irigasi ? Apakah karena ada aktivitas lain di hulu ? dijawabnya terkait lumpur yang diperkirakan setebal 50 centi meter tersebut kemungkinannya tanah dari tebing atau jalan dibawa air ketika hujan.
“Lumpur dalam saluran irigasi tersebut datangnya kemungkinannya tanah dari tebing atau jalan dibawa air ketika hujan,”tutupnya.
Harapannya dengan telah dilaksanakan kegiatan normalisasi saluran irigasi ini para petani tidak lagi khawatir terjadi gagal panen, hanya bagaimana lagi keseriusan petani untuk menggarap sawahnya supaya hasil produksi meningkat sehingga petani semakin makmur. (Mardianto/Kosnedi/Red/PI)
![]()







