Pemerintah Segera Normalisasi Irigasi dari Bendungan Karau

Daerah287 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Tamiang Layang) – Ketua RT 01 Desa Sumber Garunggung, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur (Bartim) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Nayansah didampingi Pengamat Daerah Irigasi Karau SKPD – OP Provinsi Kalimantan Tengah, Sudirman Pasaribu kepada Media Online Patraindonesia.com dan PATRA-TV di Desa Sumber Garunggung Minggu (14/6/2026)mengucapkan terima kasih kepada media ini dan juga kepada pihak Pemerintah yang telah merespon cepat, menjawab sekaligus melaksanakan aksi nyatanya dalam menanggulangi keluhan petani terkait gulma dan lumpur dalam saluran irigasi.

Dengan telah diangkatnya lumpur dan pembersihan gulma ke depannya petani tidak akan kekurangan air lagi. Sehingga air masuk ke dalam lahan melalui pintu tersier tercukupi.

“Hari Jumat (29/5/2026) kami memang telah menyampaikan keluhan melalui Media Online Patraindonesia.com dan PATRA-TV, dan kini Minggu (14/6/2026) pihak Pemerintah telah realisasikan yang menjadi keluhan kami petani , respon cepat yang kurang dari 1 (satu) bulan kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih, baik kepada media maupun kepada Pemerintah,” ungkap Nayansah.

Sementara di tempat yang sama Pengamat Daerah Irigasi Karau, SKPD – OP Provinsi Kalimantan Tengah , Sudirman Pasaribu menyampaikan bahwa pihaknya selaku Pengamat Daerah Irigasi Karau dalam menanggulangi pembuangan lumpur dan gulma dari dalam saluran irigasi menggunakan 1 unit alat berat jenis Excavator, dan mengingat ketebalan lumpur hampir mencapai 50 centi meter jadi perkiraan butuh waktu menyampai 15 (lima belas) hari, itupun terkadang operator kita perintahkan lembur malam.

“Dalam mengatasi pembersihan saluran irigasi kami kerahkan alat berat jenis Excavator, dan perkiraan butuh waktu sekitar 15 hari,” terang Sudirman.

Dilanjutnya kegiatan ini memakai anggaran pemeliharaan, dan pengerjaannya secara swakelola tidak memakai rekanan, dan ini memang sudah diplanningkan.

“Kegiatan ini memang sudah di planningkan, dan sebelumnya kami juga sudah melaksanakan pengangkatan lumpur dan gulma di titik yang lain, dan terkait pelaksanaanya ini secara swakelola,” ujarnya.

Media ini mencoba menggali penyebab dari mana sumber dan penyebab sampai lumpur diperkirakan mencapai 50 centimeter yang mengendap dalam saluran irigasi ? Apakah karena ada aktivitas lain di hulu ? Dijawabnya, terkait lumpur yang diperkirakan setebal 50 centi meter tersebut kemungkinanya tanah dari tebing atau jalan dibawa air ketika hujan.

“Lumpur dalam saluran irigasi tersebut datangnya kemungkinannya tanah dari tebing atau jalan dibawa air ketika hujan,” tutupnya.

Harapanya dengan telah dilaksanakan kegiatan normalisasi saluran irigasi ini para petani tidak lagi khwatir terjadi gagal panen. hanya bagaimana lagi keseriusan petani untuk menggarap sawahnnya supaya hasil produksi meningkat sehingga petani semakin makmur (Mardianto/Kosnedi/Red/Pi)

Loading