Polres Barito Timur Sikat Kejahatan Jalanan, Delapan Pelaku Dibekuk dalam Operasi Pengungkapan 3C

TNI-POLRI641 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Barito Timur) – Jajaran Polres Barito Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas tindak kriminalitas. Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, aparat berhasil mengungkap empat kasus kejahatan jalanan kategori 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) dengan mengamankan sedikitnya delapan pelaku yang kini menjalani proses hukum.

Data yang dirilis Polres Barito Timur menunjukkan bahwa dari empat kasus yang berhasil diungkap, terdiri atas satu kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan tiga kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Seluruh perkara telah memasuki tahap penyidikan dan para tersangka telah diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dalam konferensi pers nya, salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah pencurian sepeda motor Yamaha Jupiter MX-King di Desa Putai, Kecamatan Dusun Tengah. Pelaku diduga beraksi pada dini hari dengan memotong kabel jalur kunci kontak menggunakan gunting sebelum membawa kabur kendaraan milik korban.

Keberhasilan tersebut disampaikan konferensi pers yang digelar di Polres Barito Timur, dipimpin Kapolres Barito Timur AKBP Eddy Santoso, didampingi Kasat Reskrim Polres Barito Timur AKP Hengky Prasetyo, serta Kasi Humas AKP Eko Sutrisno serta Kapolsek Dusun Tengah Iptu Supriyanto, Kapolsek Dusun Timur Ipda Sulkhan Sururi, Kapolsek Benua Lima Ipda Ichvan Herianto dan Kanit Pidum.

AKBP Eddy Santoso menjelaskan bahwa dari target operasi yang ditetapkan selama pelaksanaan kegiatan pengungkapan kasus 3C, seluruh target berhasil terpenuhi dengan rincian dua kasus diungkap Polsek Dusun Tengah, satu kasus diungkap Polsek Dusun Timur dan satu kasus diungkap Polsek Benua Lima.

“Kami berkomitmen menindak tegas setiap bentuk tindak pidana yang meresahkan masyarakat. Pengungkapan ini merupakan bukti keseriusan Polres Barito Timur dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ungkap Kapolres Barito Timur AKBP Eddy Santoso.

Berkat kerja cepat aparat, pelaku berhasil ditangkap bersama barang bukti kendaraan dan alat yang digunakan saat melakukan aksi pencurian.

Selain itu, polisi juga mengungkap dua kasus pencurian dan penggelapan hasil perkebunan kelapa sawit yang melibatkan ratusan janjang buah sawit. Dalam salah satu perkara, dua pelaku diduga menggelapkan 693 janjang sawit milik perusahaan perkebunan di Kecamatan Paku dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi. Polisi menyita dump truck, dokumen pengangkutan, uang hasil penjualan, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Kasus serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Paju Epat. Aparat berhasil mengungkap dugaan penggelapan 261 janjang buah sawit yang seharusnya dikirim ke pabrik pengolahan. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan beberapa tersangka berikut kendaraan angkut, telepon genggam, uang tunai, dan hasil panen sawit yang menjadi barang bukti.

Sementara itu, kasus curat lainnya terjadi di proyek pembangunan Kantor BNN di Kecamatan Benua Lima. Seorang pelaku diduga mencuri material bangunan saat lokasi proyek dalam keadaan sepi. Polisi berhasil menangkap tersangka dan mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

Keberhasilan pengungkapan kasus-kasus tersebut menjadi bukti keseriusan Polres Barito Timur dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Langkah tegas aparat diharapkan dapat memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan sekaligus meningkatkan rasa aman bagi masyarakat.

“Polres Barito Timur berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk tindak pidana, khususnya kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat,” pungkasnya.

Polres Barito Timur juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak kepolisian.

“Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan jalanan di Barito Timur. Setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara profesional demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.” (Kosnedi/Red/PI).

Loading