Ritual ‘Tangkap Bukung’ Tandai Penutupan Festival Babukung 2025

Budaya, Patra News251 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Nanga Bulik, Lamandau) – Festival Babukung 2025 yang berlangsung tiga hari sejak 8 November 2025 kemaren resmi berakhir. Festival yang menampilkan aneka tari kreasi dengan luha sebagai proverti utama berlangsung meriah meriah, melibatkan peserta dari delapan kecamatan dan delapan puluh tiga desa dan kelurahan serta berbagai paguyuban dan sanggar seni budaya ini ditutup oleh Bupati Kabupaten Lamandau Rizky Aditya Putra yang diwakili Asisten Ekonomi Pembangunan dan SDA, Dr. Meigo Basel.

Dalam dalam sambutannya Bupati Rizky Aditya Putra lewat Dr. Meigo Basel menyampaikan harapannya agar festival ini dapat menampilkan nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong. Nilai-nilai ini diharapkan mampu mempersatukan berbagai lapisan masyarakat melalui kekayaan budaya yang telah ada beliau juga masyarakat dapat lebih mengenal kesenian dan Kebudayaan Lamandau, serta turut menjaga tradisi dan kelestariannya. Dan yang tidak kalah penting harapan beliau agar masyarakat terus menjaga toleransi kerukunan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.


Penutupan Festival Babukung 2025 ini ditandai dengan upacara ritual adat “Tangkap Bukung” yang dipimpin oleh tetua adat Dayak Tomun kabupaten Lamandau.


Festival babukung yang merupakan rangkaian dari Lamandau Festival 2025 disamping tari kreasi babukung juga menampilkan dan fashion show yang menampilkan kreasi batik Lamandau dan tidak kalah menarik festival ini juga mengadakan pesta kuliner yang merupakan salah satu cabang lomba yang paling menari dikalangan pecinta kuliner kerakyatan lokal.
Dalam Penutupan festival diumumkan para juara untuk Kategori Kecamatan, juara pertama di raih Kecamatan Lamandau, Kecamatan Batang Kawa sebagai juara kedua serta Kecamatan Belantikan Raya dan Delang massing-masing menjadi juara ketiga dan keempat. (Rudiansyah G. Kating)

Loading