PATRAINDONESIA.COM — Ucapan Menteri UMKM Maman Abdurrahman soal potongan komisi ojek online berbuntut amarah.
Bukan hanya dinilai tak empatik, pernyataan itu juga dianggap mencerminkan watak negara yang makin menjauh dari denyut nadi rakyat pekerja.
Dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu, 21 Mei 2025, Maman menanggapi polemik potongan 10 persen dari penghasilan pengemudi oleh aplikator.
BACA JUGA : Peserta Aksi Ojol Kecewa, Perjuangan Mereka Digunakan untuk Kepentingan Politik Dukung Calon Gubernur
Namun, alih-alih memberi jalan keluar, Maman justru menyarankan agar para pengemudi berhenti mengeluh dan pindah ke platform lain.
“Daripada sibuk berpolemik dan berdebat, saya rasa kita sederhanakan saja. Kalau tidak suka, ya pindah platform saja,” ucapnya ringan.
Kata-kata itu bagai menepuk luka yang belum kering. Di tengah tekanan ekonomi, kebijakan sepihak aplikator, dan minimnya perlindungan negara, pengemudi ojol justru disuruh minggat.
Sekretaris Jenderal Paguyuban Transportasi Indonesia Patra, Irfan Ardhiyanto, menyayangkan pernyataan tersebut.
BACA JUGA : Driver Ojol Peserta Aksi Massa sudah Berdatangan di Titik-kumpul di Sekitar Patung Kuda Jakarta
“Ini bukan solusi. Ini bentuk pengabaian. Menteri seharusnya menjadi penengah, bukan justru menyuruh rakyat mencari jalan sendiri,” kata Irfan saat dihubungi, Kamis, (22/05)
Irfan menyebut negara selama ini absen dalam membela pengemudi. Potongan sepihak, sistem kemitraan semu, dan berbagai bentuk eksploitasi oleh aplikator tidak pernah mendapat penanganan serius.
Padahal UU Nomor 20 Tahun 2008 menegaskan bahwa kemitraan harus berkeadilan dan saling menguntungkan.
“Realitanya, pengemudi terus ditekan, sedangkan aplikator dibiarkan leluasa. Kami bertanya, di mana negara? Ketika pejabat publik malah menyuruh rakyat berpindah, itu bukan keberpihakan. Itu pelepasan tanggung jawab,” ujar Irfan.
Menurutnya, seharusnya Maman berdiri bersama para pekerja informal yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi digital.
“Menteri bukan buzzer korporasi. Tugasnya bukan mempersilakan rakyat pergi, tapi hadir untuk melindungi,” ujarnya.
![]()














1 komentar
Komentar ditutup.