PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Kepala Desa Gebang, Anik Rekayani, S.Pd.I, menerima kunjungan resmi dari tiga universitas terkemuka asal Korea, yaitu Universitas Korea, serta Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA).
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung upaya rehabilitasi ekosistem mangrove yang berbasis pemberdayaan masyarakat di Taman Hutan Mangrove Petengoran, Desa Gebang.
Kehadiran rombongan yang dipimpin oleh Prof. Ho Sang Kang, Ph.D., dari Universitas Korea, serta Dr. Winati Nurhayu dari Pusat Riset Hayati Berkelanjutan ITERA, didampingi oleh mahasiswa pascasarjana dari Korea dan IPB, menandakan kepedulian global terhadap pentingnya pelestarian ekosistem mangrove. Rombongan ini tertarik untuk mempelajari lebih dalam tentang keberhasilan Desa Gebang dalam mengelola dan merehabilitasi mangrove yang terancam punah. 
Desa Gebang, melalui upaya pemberdayaan masyarakat Petengoran, berhasil menciptakan model konservasi mangrove yang melibatkan partisipasi aktif warga setempat. Dalam kunjungan ini, para tamu berkesempatan melihat langsung teknik rehabilitasi mangrove yang telah terbukti efektif, serta berdiskusi mengenai potensi pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan keberlanjutan ekosistem tersebut.
Harapan dari pertemuan ini adalah untuk menggali pengetahuan lebih lanjut mengenai upaya konservasi mangrove, serta mengidentifikasi peluang kerjasama internasional dalam rangka pelestarian lingkungan. Prof. Ho Sang Kang dan Dr. Winati Nurhayu menyatakan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung kegiatan konservasi yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat lokal.
Kedua belah pihak sepakat untuk menjalin kerjasama berkelanjutan yang akan diwujudkan melalui perjanjian kerjasama antara ITERA dan Desa Gebang, yang mencakup Tri Dharma Perguruan Tinggi: Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah dalam menjaga kelestarian alam, khususnya ekosistem mangrove di Indonesia.
Kunjungan ini juga menjadi bukti nyata bahwa desa-desa di Indonesia, seperti Desa Gebang, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat penelitian dan pengembangan dalam bidang konservasi dan lingkungan.(Asen/Red/PI).
![]()

