Kekecewaan Perangkat Desa Memuncak, Pelayanan Kantor Terancam Ditutup

Desa775 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Durian) – Kekecewaan aparatur Pemerintah Desa Durian Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran Lampung, terhadap kondisi pemerintahan desa disebut telah mencapai puncaknya.

Di tengah belum cairnya Dana Desa Tahap I yang berdampak pada tersendatnya roda pemerintahan, beredar percakapan di grup WhatsApp internal aparatur desa yang berisi ajakan menghentikan pelayanan kantor desa hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Dalam pesan yang beredar, salah seorang aparatur desa menyampaikan bahwa aktivitas pemerintahan desa sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ia juga mengungkapkan bahwa hak aparatur desa disebut belum disalurkan selama beberapa bulan.

“Mengingat kegiatan desa sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya dan sudah berapa bulan ini pun hak kita tidak disalurkan, maka mulai hari Senin besok sampai batas waktu yang tidak ditentukan kegiatan Kantor Desa ditutup tanpa ada pelayanan,” tulis salah seorang aparatur desa di grup WhatsApp.

Dalam pesan itu juga disampaikan bahwa masyarakat yang memiliki kepentingan diminta menemui Kepala Desa secara langsung.

Percakapan tersebut kemudian mendapat beragam tanggapan dari anggota grup. Salah seorang anggota menyatakan dukungan dengan menulis, “Keputusan yang sangat baik.” Sementara anggota lainnya berkomentar, “Waah pasti nanti ada huru-hara nih,” yang mengindikasikan kekhawatiran akan dampak dari keputusan tersebut.

Saat dikonfirmasi media ini, salah seorang aparatur desa yang enggan disebutkan namanya mengakui bahwa suasana di internal pemerintahan desa memang sedang tidak kondusif.

“Ini bentuk kekecewaan kami. Hak aparatur desa sudah berbulan-bulan belum diterima, sementara pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Durian, Imron, saat dimintai tanggapannya membenarkan adanya kekecewaan di kalangan aparatur desa.

“Bentuk kekecewaan aparatur desa kepada kepala desa, Bang,” ujar Imron singkat saat dikonfirmasi media ini, Jumat (31/07/2026).

Kekawatiran tersebut membuat Ketua BPD juga akan melakukan Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) dalam waktu dekat.

“Insya Allah besok undangan akan saya buat dan nanti tim yang membagikan siapa siapa saja yang akan di undang bang,” ujarnya.

Sebelumnya, media ini telah memberitakan bahwa Dana Desa Tahap I Desa Durian belum dicairkan, sehingga aktivitas pemerintahan desa nyaris tidak berjalan. Kondisi tersebut disebut berdampak pada pelaksanaan program pemerintahan, pelayanan kepada masyarakat, hingga hak-hak aparatur desa yang belum terpenuhi.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Durian belum memberikan keterangan resmi terkait beredarnya percakapan tersebut maupun mengenai penyebab belum disalurkannya hak aparatur desa. Media ini juga masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pemerintah kecamatan dan instansi terkait untuk mendapatkan penjelasan secara berimbang.(Asen/Red/PI).

Loading