PATRAINDONESIA.COM (Lamandau) – Kabupaten Lamandau dan Bulan November 2025 kembali menjadi sangat spesial dalam bidang pariwisata. Lantaran Pemerintah Kabupaten Lamandau melalui Dinas Pariwisata kembali menyelenggarakan sebuah even kalender nasional kementerian Pariwisata yaitu “Festival Babukung, yang merupakan sebuah agenda tahunan dalam upaya melestarikan adat budaya suku Dayak Tomun yang sampai saat ini cukup menarik minat wisatawan lokal dan manca negara.

Kegiatan ini akan berlangsung tanggal 8 sampai dengan 10 November 2025 seperti yang disampaikan Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten lamandau.
Festival Babukung pertama kali muncul dan diselenggarakan pada tahun 2014 di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Festival ini merupakan salah bentuk tradisi ritual kematian yakni prosesi mengantarkan roh menuju tempat bersemayam di alam suci sesuai keyakinan masyarakat Suku Dayak Tomun yang masih setia memegang agama keyakinan leluhur.
Festival yang menjadi agenda pariwisata tahunan Nasional yang bertujuan untuk melestarikan budaya. menarik wisatawan dan tentu yang paling utama adalah melestarikan adat budaya yang sudah dilakukan sejak jaman nenek moyang dahulu.

Babukung atau ritual tarian kematian adat masyarakat Dayak Tomun adalah tari-tarian dengan gerakan pakem khas yang telah berlaku sejak jaman dahulu menggunakan properti utama berupa topeng-topeng bertema hewan-hewan atau makhluk imajiner yang disebut Luha didukung aneka macam aksesoris yang mendukung karakter topeng sehingga topeng semakin terlihat nyata dan mencerminkan penampilan yang seram amun tetap artistik. Sedangkan Penari yang memainkan atau menggunakan topeng ini di sebut “Bukung”.

Tarian ini bertujuan disamping melepaskan kepergian roh yang meninggal menuju alam terakhir tempat bersemayamnya para leluhur agar roh yang meninggal bisa bersatu kembali dengan roh leluhur yang sudah meninggal lebih dahulu juga bermaksud mengusir para roh lain yang mungkin berniat jahat kepada roh yang baru meninggal maupun kepada keluarga yang ditinggalkan dan lebih dari itu juga bertujuan memberikan penghiburan untuk keluarga yang sedang dirundung duka sehingga dalam suasana duka itu tetap terjalin semangat kebersamaan, gotong royong dan kekeluargaan.
Festival Babukung 2025 yang akan digelar tanggal 8 – 10 November 2025 di alun-alun kota Nanga Bulik Kabupaten Lamandau ini akan menghadirkan dua lomba yakni karnaval Babukung dan pagelaran tari kreasi babukung.
Dalam karnaval dan pagelaran tari kreasi babukung akan menghadirkan karya seni pertunjukan yang menggambarkan kearifan lokal dengan didukung tampilan seni rupa, fashion, dalam bentuk riil, miniature, replika dan media yang menunjukan budaya Dayak Tomun unik dan klasik, tradisi yang berkembang hingga sekarang namun tetap nuansa budaya lokal, dengan demikian karnaval dan tari kreasi babukung ini diharapkan mampu mengajak generasi muda untuk semakin bangga dan semakin cinta pada seni dan budaya leluhurnya yang pada akhirnya bermuara pada generasi muda semakin cinta dan bangga pada budaya Nusantara.
Bupati Kabupaten Lamandau melalui Kepala Dinas Pariwisata Hendroplin Minsen. Jaliwan menyampaikan harapan agar Festival Babukung 2025 mampu Meningkatkan angka kunjungan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara, Meningkatkan perputaran ekonomi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Peningkatan cakupan publikasi guna mengungkit destinastion awareness, Meningkatkan kebanggaan generasi muda dan masyarakat terhadap seni budaya daerah.
Sementara itu Sekretris Dinas Pariwisata M. Yusup menyampai bahwa sasaran Festival Babukung 2025 adalah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Masyarakat Umum, Pelaku Ekonomi Kreatif serta wisatawan dalam rangka promosi dan pengenalan potensi wisata daerah melalui media promosi yang berjangkauan luas, dan untuk hal tersebut pelaksanaan Festival Babukung 2025 tahun ini akan dirangkai dengan kegiatan expo yang akan menampilkan keberhasilan pembangunan kabupaten lamandau dan menampilkan produk-produk usaha kecil menengah kabupaten Lamandau. (Rudiansyah-Lamandau).
![]()

