Diduga Mangkrak, Program Bedah Rumah di Desa Dantar Terhambat; Toko Material Belum Dibayar Rp7 Juta

Daerah193 Dilihat

PATRAINDINESIA.COM (Pesawaran) – Program bedah rumah di Desa Dantar, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran diduga mengalami kendala dalam pelaksanaannya. Sejumlah rumah penerima manfaat hingga kini belum rampung dibangun.

Kondisi tersebut membuat sejumlah warga penerima bantuan terancam tidak dapat menempati rumahnya menjelang Hari Raya Idulfitri. Padahal program bedah rumah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.

Program ini selama ini digalakkan pemerintah daerah sebagai bagian dari penanganan rumah tidak layak huni.

Baca Sebelumnya: https://patraindonesia.com/program-bedah-rumah-di-desa-dantar-diduga-mangkrak-sepuluh-lenerima-manfaat-terancam-lebaran-di-luar-rumah/

Informasi terbaru yang diperoleh menyebutkan, proses pembangunan diduga terhambat karena persoalan pembayaran material bangunan. Pihak toko penyedia bahan bangunan disebut belum menerima pembayaran sekitar Rp7 juta.

Seorang sumber di lapangan mengungkapkan, keterlambatan pembayaran tersebut berdampak langsung pada kelanjutan pengerjaan rumah warga. “Material sudah diambil, tapi pembayaran dari pelaksana belum diselesaikan. Totalnya sekitar tujuh juta rupiah,” ujar pemilik toko.

Sementara itu, beberapa penerima manfaat mengaku khawatir rumah mereka tidak selesai tepat waktu. Mereka berharap pembangunan dapat segera dilanjutkan agar rumah yang sedang dibedah bisa ditempati.

Program bedah rumah sendiri merupakan bentuk bantuan pemerintah untuk memperbaiki rumah tidak layak huni menjadi tempat tinggal yang lebih layak bagi masyarakat kurang mampu. Biasanya bantuan diberikan dalam bentuk stimulan dana atau material yang kemudian dikerjakan secara gotong royong bersama warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana kegiatan terkait keterlambatan pembangunan maupun persoalan pembayaran material tersebut. Warga berharap pihak terkait segera memberikan kejelasan agar program yang ditujukan membantu masyarakat tidak berlarut-larut dan dapat segera diselesaikan.(Asen/Red/PI).

Loading