PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Program bedah rumah di Desa Dantar, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung, menuai sorotan. Pasalnya, proyek yang diperuntukkan bagi masyarakat tersebut diduga tidak berjalan sesuai rencana dan terindikasi bermasalah.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, terdapat 10 unit rumah yang masuk dalam program bedah rumah di desa tersebut. Namun hingga saat ini, pekerjaan belum rampung meskipun para pekerja dilaporkan sudah meninggalkan lokasi proyek.
Akibatnya, pembangunan rumah yang diharapkan segera selesai itu justru mangkrak selama sekitar satu minggu terakhir. Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat setempat.
Warga menduga adanya permasalahan dalam pengelolaan anggaran program tersebut. Bahkan beredar informasi bahwa dana program diduga telah digunakan oleh oknum kontraktor pelaksana berinisial WH.
Sementara itu, Am yang disebut sebagai asisten Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi tersebut. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon juga belum mendapat tanggapan.
Pemerintah desa mengatakan pihaknya mendapat informasi bahwa pekerjaan sebenarnya telah dilaporkan selesai oleh pelaksana kepada pihak terkait, meskipun kondisi di lapangan menunjukkan sebaliknya.
“Setahu asisten Perkim sudah selesai berdasarkan informasi dari pelaksana, namun kenyataannya belum selesai,” ujarnya, Senin (16/03/2026).
Ia menambahkan bahwa program bedah rumah tersebut rencananya akan kembali ditindaklanjuti dalam waktu dekat.
“Bedah rumah akan ditindaklanjuti kembali dua hari ke depan,” katanya saat konfirmasi pihak Perkim dan meniru perkataan Asisten Perkim.
Di sisi lain, Kepala Dusun setempat menyampaikan dugaan sementara bahwa proyek tersebut terhambat karena masalah anggaran, yang berdampak pada pembayaran material bangunan.
“Anggarannya macet. Di toko material masih ada sangkutan,” ujarnya.
Tokoh masyarakat juga membenarkan adanya proyek yang belum selesai tersebut, iya juga menyampaikan bahwa material ada yang belum sepenuhnya menerima.
“Di wilayah saya juga ada warga yang mengeluhkan, mereka menyampaikan bahwa material semen yang diberikan kurang 10 sak lagi,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, program bedah rumah tersebut masih belum sepenuhnya selesai, sementara pekerjaan di lapangan terhenti selama sekitar satu minggu.
Masyarakat berharap proyek tersebut dapat segera ditindaklanjuti dan diselesaikan sesuai petunjuk teknis (juknis) agar rumah yang dijanjikan dapat segera ditempati oleh penerima manfaat.
Dalam pemberitaan ini, media tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, serta membuka ruang hak jawab bagi pihak yang disebutkan.(Asen/Red/PI).
![]()

