Adnan, Yatim Piatu asal Brebes Ngayuh Sepeda Hendak Ketemu Gubernur Dedi Mulyadi. Malah Dijemput Pulang Bupati Brebes

Patra News, Peristiwa342 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Brebes) – Kisah Adnan, anak yatim piatu asal Bumiayu, Brebes, yang viral karena perjalanannya mengayuh sepeda dari Brebes ke Subang untuk bertemu dengan figur yang dikaguminya, Gubernur Jawa Barat Pak Dedi Mulyadi (KDM), akhirnya mendapatkan perhatian dan penanganan yang baik dari berbagai pihak, Selasa (10/6/2025).

Adnan berhasil ditemukan oleh warga dan petugas Polsek Pagaden saat sedang patroli. Setelah koordinasi dengan Polres Subang, Pemerintah Kabupaten Brebes segera turun tangan.

Bupati Brebes Paramitha Widyakusuma, langsung menjemput Adnan dan memastikan kondisinya sehat. Pemerintah berkomitmen memberikan pendampingan untuk masa depannya, termasuk bantuan pendidikan dan sosial.

“Saya sudah cari anaknya dan akan berikan bantuan. Infonya dia kabur dari Panti Asuhan Muhammadiyah Bumiayu. Dia sempat bersekolah di SMP 2 Bumiayu, lalu pindah ke SMP An-Nuriyah dan SMP BU Bumiayu, tetapi sering menunjukkan perilaku tantrum dan kenakalan di atas rata-rata.” ungkap, Ibu Paramitha.

“Ini sudah kali kedua dia kabur dari panti, bahkan membawa sepeda milik pengurus panti. Dia juga sudah tidak sekolah selama 3 tahun.” ujar Ibu Paramitha.

Tim dari Dinas Sosial Brebes, sekolah, dan panti asuhan sedang melakukan verifikasi data serta pendekatan kepada keluarga dan tetangga untuk memastikan solusi terbaik bagi Adnan.

Pemerintah Brebes berterima kasih kepada Polres Subang dan Polsek Pagaden atas respons cepat mereka dalam melindungi Adnan.

Kasus ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sistem perlindungan anak, terutama bagi yatim piatu dengan latar belakang sulit. Dukungan psikologis dan pendidikan akan difokuskan agar Adnan bisa tumbuh lebih terarah.

Perlu pendalaman lebih lanjut mengenai kondisi panti asuhan dan sistem pengawasan anak di dalamnya.

Semoga intervensi ini membawa perubahan positif bagi Adnan dan menjadi contoh penanganan kasus anak-anak rentan di daerah. (wawan/Red/PI)

Loading