PATRAINDONESIA.COM – JAKARTA –Founder Nusa Ina Connection (NIC), Abdullah Kelrey, menyoroti pernyataan Geisz Chalifah yang dianggap bernada provokatif dan tidak mencerminkan nilai-nilai ketimuran.
Kelrey menilai Geisz, yang dikenal sebagai mantan orang dekat Anies Baswedan, kerap melontarkan pernyataan kontroversial. Salah satunya terkait penunjukan Kristia Budiarto, di mana Geisz disebut menggunakan kata-kata kasar dengan menyebut pihak lain sebagai “bajingan”.
BACA JUGA : NIC Sentil Geisz Chalifah: Berhenti Gaduh di Medsos, Berani Bicara Langsung?
Selain itu, dalam kasus Thomas Lembong, Geisz menyebut status tersangka yang disematkan kepada mantan Kepala BKPM itu bukan karena dugaan korupsi, melainkan faktor politik.
“Sebagai seorang tokoh publik, seharusnya pernyataan yang disampaikan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dan budaya ketimuran. Anies Baswedan sebagai saudara sekaligus mantan atasannya diharapkan dapat menasihati Geisz agar lebih bijak dalam bermedia sosial,” kata Kelrey, Senin (10/3).
Tak hanya itu, Kelrey juga menyoroti pernyataan Geisz dalam sebuah podcast bersama Bambang Widjojanto yang membahas kontroversi rumput Jakarta International Stadium (JIS). Menurutnya, penggunaan bahasa yang kasar dalam ruang publik seharusnya dihindari.
BACA JUGA :Manuver Politik di Pilkada Jakarta 2024: Isu KIM Plus & dan Potensi Gagalnya Anies Baswedan
Dalam konteks hukum, Kelrey menegaskan pentingnya menghormati proses yang tengah berlangsung, termasuk kasus yang melibatkan Pertamina. Ia mengingatkan agar media sosial tidak dijadikan alat untuk membangun narasi yang memicu ketegangan di masyarakat.
“Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga ketenangan dan tidak memperkeruh situasi dengan pernyataan-pernyataan yang bisa memprovokasi publik,” pungkasnya.
![]()













