Kecelakaan Proyek Jalan Gebang, Keluarga Sambut Itikad Baik BMBK

Patra News205 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Insiden kecelakaan terjadi di lokasi pekerjaan perbaikan jalan dengan metode tambal sulam di wilayah Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (16/9/2026).

Seorang warga setempat mengalami kecelakaan saat melintas di ruas jalan yang tengah dalam proses perbaikan.

Peristiwa tersebut mendapat perhatian awak media. Pada Kamis (17/9/2026), awak media mencoba mengonfirmasi kedua belah pihak, yakni keluarga korban dan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan perbaikan jalan.

Dari hasil konfirmasi, keluarga korban menyambut baik komunikasi serta itikad pihak pelaksana pekerjaan untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi.

Ayah korban mengatakan, pihak keluarga telah menerima respons positif dari pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Namun, ia berharap komunikasi yang sudah terjalin dapat ditindaklanjuti dengan pertanggungjawaban yang jelas.

“Ada etika baik, saya rasa tidak ada masalah. Apalagi untuk menyelesaikan,” ujarnya kepada awak media, Kamis (17/9/2026).

Ia menyampaikan, komunikasi dengan pihak yang bekerja di lapangan juga telah terjalin dan mendapat respons yang dinilai baik.

“Respons yang baik sudah kami terima dan yang kerja sudah ada komunikasi. Jika ada yang perlu, saya mohon merespons agar ada pertanggungjawabannya,” ungkapnya.

Selain berharap persoalan dapat diselesaikan dengan baik, ayah korban juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan, baik bagi pekerja maupun masyarakat yang melintas di sekitar lokasi pekerjaan.

“Untuk kawan-kawan para pekerja, safety harus diutamakan dan rambu-rambu tolong diperkuat lagi,” tegasnya.

Terkait pekerjaan perbaikan jalan, ayah korban mengaku menyambut baik adanya upaya pemerintah memperbaiki kondisi jalan. Namun, menurutnya, pelaksanaan pekerjaan tetap perlu dievaluasi, khususnya dari sisi keselamatan dan pengamanan lokasi, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Di tempat yang sama, perwakilan UPTD I Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, Citra Widio Narto, selaku pengawas, mengatakan pihaknya telah mendapat instruksi untuk menemui keluarga korban dan melakukan komunikasi terkait insiden tersebut.

Menurut Citra, langkah awal yang dilakukan adalah membangun komunikasi dan mediasi dengan keluarga korban, termasuk membahas bantuan untuk biaya pengobatan dan perawatan.

“Dinas menginstruksikan pihak kami menemui pihak korban agar ada komunikasi dan memberikan biaya pengobatan maupun perawatan. Langkah pertama untuk mediasi dengan pihak keluarga,” jelasnya.

Citra mengatakan, pihaknya telah menemui keluarga korban pada pagi hari dan kembali bertemu dengan ayah korban pada siang harinya.

Ia menyebut, pihak keluarga menerima kedatangan pihaknya dalam rangka menindaklanjuti insiden yang terjadi di lapangan.

“Respons baik dari orang tua, ibu tadi pagi, siang juga sudah bertemu bapaknya. Mereka menerima kami dalam melakukan tanggapan akibat insiden yang terjadi di lapangan,” ujarnya.

Terkait besaran dan bentuk bantuan, Citra menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan rumah sakit bersama keluarga korban.

Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan bantuan yang akan diberikan.

“Langkah selanjutnya kami menunggu pemeriksaan dari rumah sakit bersama keluarga. Setelahnya kami bisa memberikan bantuan yang layak untuk keluarga korban,” katanya.

Citra menegaskan bahwa pekerjaan perbaikan jalan tetap dilanjutkan hingga selesai. Namun, pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap metode kerja di lapangan untuk mengantisipasi terjadinya insiden serupa.

“Untuk perbaikan jalan tetap kami kerjakan sampai selesai, sambil memperbaiki metode kerja agar tidak terjadi hal-hal yang buruk,” tuturnya.

Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pekerjaan di ruas jalan yang masih digunakan masyarakat. Pengamanan lokasi, rambu peringatan, serta penerapan keselamatan kerja perlu menjadi perhatian selama pekerjaan berlangsung.

Komunikasi antara keluarga korban dan pihak pengawas diharapkan dapat menjadi langkah awal penyelesaian persoalan secara baik dan terbuka, dengan tetap memperhatikan kondisi serta kebutuhan korban.

Di sisi lain, evaluasi terhadap metode pekerjaan dan penguatan pengamanan di lokasi diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa sehingga pembangunan infrastruktur dapat berlangsung dengan aman bagi pekerja maupun pengguna jalan.(Asen/Red/PI).

Loading