Kepala SPPG Pesawaran Diteror dan Diancam

Patra News429 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Seorang Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berinisial RP di Kabupaten Pesawaran mengaku menerima ancaman serius melalui pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal usai melakukan penataan internal terhadap relawan di lingkungan kerjanya.

Ancaman tersebut diduga berkaitan dengan kebijakan pemindahan divisi sejumlah relawan yang sebelumnya dilakukan oleh pihak Kepala SPPG sebagai bentuk evaluasi kinerja agar pelayanan dapat berjalan lebih maksimal dan profesional.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, persoalan bermula saat terjadi polemik terkait pergantian Asisten Lapangan (Aslap). Di sisi lain, Aslap juga diduga melakukan pemecatan sepihak terhadap relawan SPPG tanpa koordinasi dengan Kepala SPPG setempat.

Kepala SPPG sendiri dinilai memiliki hak penuh dalam melakukan evaluasi dan penataan kinerja di dapur maupun terhadap relawan, mengingat baik buruknya pelayanan dan pelaksanaan program berada di bawah tanggung jawab Kepala SPPG.

Situasi tersebut kemudian memicu ketegangan internal hingga akhirnya Kepala SPPG menerima pesan ancaman dari nomor tak dikenal. Isi pesan itu diduga meminta agar posisi relawan dikembalikan seperti semula. Bahkan, pengirim pesan disebut melontarkan ancaman pembunuhan hingga santet terhadap Kepala SPPG.

“Atas kejadian itu saya merasa terancam. Ancaman yang disampaikan bukan hanya intimidasi biasa, tetapi sudah mengarah pada keselamatan,” ungkap RP, Jumat (29/05/2026).

Karena tertekan dan khawatir akan keselamatan dirinya, Kepala SPPG sempat melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polsek setempat. Namun, laporan itu disebut belum diterima secara utuh.

Meski demikian, pihak kepolisian dikabarkan menyampaikan akan melakukan penindakan apabila di kemudian hari kembali terjadi intimidasi maupun ancaman lanjutan.

Tak hanya itu, persoalan tersebut juga telah dilaporkan secara khusus kepada KPPG (Kepala Pelayanan Pemenuhan Gizi) tingkat Provinsi guna mendapatkan perhatian dan penanganan lebih lanjut.

“Saya sudah melaporkan hal tersebut KPPG yang berada di Bandar Lampung dan akan ditindak lanjuti dalam satu pekan ke-depan.

RP juga menyampaikan jika persoalan tersebut tidak diselesaikan akan memicu persoalan lainnya yang berkaitan dengan kualitas menu MBG.

“Saya kawatir jika persoalan tersebut tidak diselesaikan akan memicu persoalan lain, yang mana saat ini saya belum bisa stanby,”ujarnya.

Kasus ini kini menjadi sorotan karena dinilai mencoreng dunia pelayanan sosial dan relawan yang seharusnya berjalan secara profesional serta mengedepankan koordinasi internal.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang diduga terkait dalam persoalan tersebut.(Asen/Red/PI).

Loading

News Feed