PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Kepala Pekon Gedung, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, diduga tidak menyalurkan bantuan berupa beras dan minyak goreng dengan benar. Pasalnya, terdapat warga yang terdaftar sebagai penerima bantuan namun mengaku tidak pernah menerima bantuan tersebut, Kamis (21/05/2026).
Hal tersebut disampaikan AF, anak dari KK, yang namanya tercantum sebagai penerima bantuan.
“Nama ibu saya, tertera dalam daftar penerima bantuan di Pekon Gedung. Namun selama ini yang bersangkutan tidak pernah menerima bantuan tersebut,” ungkap AF.
Menurutnya, pihak keluarga sempat mengonfirmasi persoalan itu kepada Kepala Pekon Gedung. Saat dikonfirmasi, kepala pekon disebut menyampaikan bahwa hal tersebut bukan menjadi urusannya.
“Beliau mengatakan, ‘Itu bukan urusan saya, tanya ke Pak Kadus,’” ujar AFmenirukan ucapan kepala pekon.
Namun, lanjutnya, tidak lama setelah konfirmasi dilakukan, bantuan berupa beras dan minyak goreng justru diantarkan ke rumah orang tuanya. Namun yang diberikan bantuan tersebut hanya 10 kg beras dan 1 bungkus minyak yang harusnya diberikan 20 kg beras dan minyak 2 liter.
“Setelah kami konfirmasi, beras dan minyak langsung diantar ke rumah orang tua kami. Kami merasa dipermainkan,” katanya dengan nada kesal.
Mesti kedatangan Kepala Pekon (Kakon) ke rumah KK untuk meminta maaf, Pihak keluarga mengaku akan tetap mengusut tuntas persoalan tersebut karena sejak Kakon dilantik, orang tuanya disebut tidak pernah menerima bantuan yang semestinya diterima.
“Kami merasa tersinggung dengan sikap kepala pekon. Saat dikonfirmasi beliau mengatakan itu bukan urusannya dan menyuruh kami bertanya kepada kepala dusun. Namun setelah itu bantuan langsung dikirim. Artinya ada yang tidak beres. Selama ini bantuan itu ke mana? Ini sudah termasuk pembohongan publik,” tegasnya.
AF juga meminta pihak berwenang untuk turun tangan dan melakukan pemeriksaan terkait dugaan penyimpangan bantuan tersebut.
“Kami meminta pihak terkait segera turun dan mengusut tuntas persoalan ini. Kalau bantuan kecil seperti ini saja diduga dikorupsi, bagaimana dengan yang lainnya,” pungkasnya.(Asen/Red/PI).
![]()



