Terungkap Aktivitas Pengecoran Minyak di Way Urang, Diduga Berjalan Lebih dari 5 Tahun

Kriminal433 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Isu dugaan praktik pengecoran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berjenis Pertalite di wilayah Way Urang, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran kembali mencuat ke permukaan.

Seorang pemain minyak berinisial FA membenarkan bahwa aktivitas tersebut memang terjadi dan bahkan disebut telah berlangsung selama lebih dari lima tahun tanpa penindakan tegas.

Menurut keterangan FA, praktik pengecoran ini diduga berkaitan dengan distribusi BBM dari salah satu SPBU di wilayah tersebut. Ia mengungkapkan bahwa selama ini aktivitas tersebut berjalan secara sistematis dan melibatkan sejumlah pihak.

“Kalau tidak diambil oleh para pengecor, minyak itu juga tidak akan habis,” ujar FA, mengindikasikan adanya kelebihan distribusi atau pengelolaan stok yang tidak wajar.

Baca Selengkapnya: https://patraindonesia.com/warga-way-urang-resah-pegawai-spbu-diduga-menimbun-pertalite-di-rumahnya/

Pernyataan ini memperkuat keresahan masyarakat yang sebelumnya telah disuarakan dalam pemberitaan terkait dugaan penimbunan Pertalite oleh oknum pegawai SPBU di Way Urang. Dalam laporan terdahulu, warga mengaku curiga dengan adanya aktivitas penyimpanan BBM dalam jumlah besar di salah satu rumah, yang diduga berkaitan dengan praktik ilegal tersebut.

Warga setempat mengaku khawatir, tidak hanya karena potensi kelangkaan BBM di tingkat konsumen, tetapi juga risiko bahaya kebakaran akibat penyimpanan bahan bakar yang tidak sesuai standar keamanan.

“Kalau benar sudah lama berlangsung, kenapa tidak ada tindakan? Kami sebagai warga tentu merasa dirugikan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Aktifitas pengecoran juga disampaikan oleh warga desa Way Urang bahwa mereka melakukan praktek tersebut di pagi hari dan mengunakan mobil pribadi berwarna putih.

“Sekitar pukul 06.00 WIB para pengecor sudah pulang,” tutupnya.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan aktivitas pengecoran tersebut. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait segera melakukan investigasi menyeluruh guna memastikan kebenaran informasi sekaligus menindak tegas jika terbukti terjadi pelanggaran.

Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat distribusi BBM merupakan sektor vital yang menyangkut hajat hidup masyarakat luas. Transparansi dan pengawasan yang ketat dinilai sangat diperlukan untuk mencegah praktik-praktik yang merugikan negara dan masyarakat.

Meski telah ada imbauan terkait BBM bersubsidi dengan menggunakan barcode, fakta di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas pengecoran masih terus berlangsung, terutama pada pagi hari.  BBM tersebut diduga kemudian dikirim ke salah satu rumah yang lokasinya tidak jauh dari area Pertamina.

Diharapkan Polda Lampung turut menyasar dugaan praktik ini dalam rangkaian operasi yang sedang berlangsung. Mengingat saat ini tim gabungan Polda Lampung tengah menggencarkan penindakan terhadap gudang BBM ilegal di berbagai wilayah Lampung, masyarakat menilai penting agar dugaan pengecoran BBM bersubsidi di Way Urang juga menjadi prioritas penelusuran.(Asen/Red/PI).

Loading